Menu

Ganggu Pejalan Kaki, 12 Lapak PKL Ditertibkan

  Dibaca : 448 kali
Ganggu Pejalan Kaki, 12 Lapak PKL Ditertibkan
PENERTIBAN— 12 lapak PKL di sepanjang Jalan Andaleh, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang ditertibkan Satpol PP Kota Padang, Sabtu (23/11). (ade syaf putra/posmetro)

PADANG, METRO – Dinilai ganggu pejalan kaki serta membuat akses lalu lintas terhambat, sebanyak 12 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang Jalan Andaleh, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, Sabtu (23/11).

Pantauan di lapangan, penertiban yang dilakukan beberapa personel Satpol PP Padang serta dipimpin Kepala Bidang Ketertiban Umum (Kabid Tibum) Satpol PP Kota Padang, Erios Rahman mengalami ribut-ribut kecil antara pemilik lapak dan petugas. Namun setelah diberikan arahan dan pengertian oleh petugas akhirnya penertiban dapat berjalan aman dan lancar.

Pedagang yang lapaknya harus ditertibkan oleh petugas nampak pasrah. Bahkan beberapa pedagang terlihat bergegas menutup lapaknya sewaktu petugas datang, karena mereka menyadari perbuatan mereka berjualan di atas trotoar dan badan jalan melanggar Perda karena mengganggu pejalan kaki, serta dapat menyebabkan lalu lintas menjadi terganggu.

Dalam penertiban yang dilakukan tersebut, Satpol PP Kota Padang menertibkan sebanyak 12 lapak. Lapak tersebut tidak dibawa ke Mako Satpol PP Padang namun, dikembalikan kepada pemiliknya dengan catatan pedadang berjanji tidak akan berjualan di trotoar maupun badan jalan lagi.

“Lapak yang diamankan kita kembalikan pada mereka, sebab pedagang berjanji tak akan berjualan di trotoar dan badan jalan lagi pada hari lain, jika pedagang membandel dan masih ditemukan berjualan, maka kita akan angkat dan tipiringkan,”ujar Erio Kabid Tibum Satpolpp Padang Erios Rahman.

Erios mengingatkan kepada masyarakat Kota Padang, khususnya yang bermata pencaharian sebagai pedagang untuk tidak seenaknya saja berjualan, apalagi di fasilitas umum dan fasilitas sosial, karena menurut Erios Rahman hal tersebut menyalahi aturan atau Perda Nomor 11 Tahun 2005.

“Penertiban ini akan terus dilakukan pada tiap wilayah dan sudut kota lainnya. Ini agar Padang tacelak dan PKL tak menjamur dalam berjualan pada lokasi terlarang,”punkas Erios.

Sementara itu terpisah, Wakil Ketua DPRD Padang, Arnedi Yarmen meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) untuk bisa mencarikan ruang bagi pedagang selain penertiban.

“Mereka kan butuh hidup juga, jangan tertibkan saja mampu, namun solusi bagi mereka tidak ada. Ini tidak seimbang,” ujar Arnedi.

Di sisi lain Arnedi Yarmen juga mengapresiasi kerja dari Satpol PP yang telah bekerja untuk selalu menegakkan Perda di Kota Padang ini, Ia meminta untuk mengawasi terus pedagang yang membandel, namun jangan tebang pilih dalam penertiban yang dilakukan.

“Kepada pedagang mari patuhi aturan dan jangan seenaknya saja mau. Ini hasilnya juga untuk masyarakat,” ucap kader PKS ini. (ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional