Menu

Gandeng Feny “Zoya”, Songket Silungkang Dikenal Sampai ke New York

  Dibaca : 722 kali
Gandeng Feny “Zoya”, Songket Silungkang Dikenal Sampai ke New York
Akira Nishiro
Songket - web

Wako Sawahlunto Ali Yusuf menerima kenang-kenangan dari Feny Mustafa di rumah dinas wali kota, didampingi wakil wali kota.

SAWAHLUNTO, METRO–HELAI demi helai benang dikaitkan menjadi sebuah racikan kain bekelas dan bernilai seni tinggi. Tercipta oleh tangan pengrajin lokal nan profesional. Tidak ada mesin, hanya alat sederhana, namun kualitas mendunia.

“Sulit memang membuat satu karya songket Silungkang ini, namun harga tidak mencekik. Kini dia dikenal di Indonesia bahkan Amerika,” ungkap Feny Mustafa, seorang pengusaha fashion nasional asal Bandung, Jawa Barat, di Rumah Dinas Wali Kota Sawahlunto, akhir pekan lalu.

Songket Silungkang Sawahlunto dibawanya ke New York, Amerika Serikat untuk  dipamerkan ke dunia. Menunjukkan Indonesia punya karya luar biasa, yang dibawanya adalah busana malam warna hitam terbalut motif abstrak. Menciptakan penonton Fashion Week di New York September lalu terpesona. Fenny tahu orang New York suka warna gelap.

Memang kreatif pengusaha sukses asal Bandung ini, saat desainer lain tidak banyak melirik songket. Dia lebih memilih ini untuk diperkenalkan, dia mengaku punya alasan yang tepat kenapa memperkenalkan songket Silungkang. Padahal masih banyak kota lain yang meproduksi, nilai sosial tinggi adalah alasan utama kenapa dia mau memperkenalkan.

“Selain memang motif bagus dan kualitas songket yang punya bahan seperti sutra dan sifon, saya tertarik juga dengan adanya kerajinan songket ini. Apalagi Pemerintah Kota Sawahlunto mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” kata pemilik merek Zoya dan Safira yang terkenal ini.
Beberapa waktu lalu Fenny beserta pengusaha sukses lain yang tergabung dalam Creative Women Community (CWC) singgah di Sawahlunto. Cara bicara yang halus dan merakyat serta meyakinkan membuat aura kesuksesan pada wanita berkaca mata ini tampak.

Suatu kehormatan memang pemilik Shafco (Shafira Corporation) ini singgah ke Sawahlunto, disambut oleh Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf di taman depan rumah dinas dengan berbagai kesenian asli Minang. Tentunya menjadikan suasana malam itu seperti kembali pada Minang zaman dahulu.

Di depan rumah dinas itu, tepat di hadapan semua pejabat Sawahlunto, memegang satu mic dia mengatakan kebanggaannya telah memperkenalkan produk asli Sawahlunto ini ke dunia. Dia sempat melihat langsung proses pembuatan songket di kampung tenun Batu Mananggau, Kecamatan Silungkang.

Harga tidak mencekik, menjadi salah satu keunggulan lain dari songket Silungkang. Harga yang terbilang murah ini membuat satu daya tarik sendiri menurutnya, di samping pasaran pakaian sekarang banyak menghantam konsumen. “Ini merupakan satu strategi pasar yang dibanggakan,” katanya.

Dia menuntut pada pengrajin meningkatkan jumlah produksi, karena songket ini telah dipamerkan pada nasional dan internasional, untuk memenuhi pasar yang menuntut banyak produksi. “Kalau diproduksi lebih banyak, dan kualitas terjaga, tentu akan sangat baik,” sebutnya.

Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf, belakangan sangat gigih mengenalkan karya asli tangan lokal ini pada dunia. “Nyinyir” adalah istilah yang tepat buatnya. Namun itu dia lakukan demi sejahteranya masyarakat.

Itu dia lakukan karena melirik seorang tukang becak kaya asal Jogja, setiap kesempatan dia mengenalkan becaknya pada orang, tidak mau tau siapa orang itu, dia selalu menawarkan, baik langsung ataupun lewat jaringan sosial.

Tidak sia-sia perjuangan seorang Ali Yusuf. Kini songket Silungkang dikenal internasional lewat tangan Fenny Musthafa. Hanya itu harapan Ali Yusuf. Songket Silungkang dikenal dan masyarakat Sawahlunto tentram. Itu saja. (zeki satria)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional