Menu

Gandeng Dynapack Asia, Coca-Cola Bangun Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik di Indonesia

  Dibaca : 103 kali
Gandeng Dynapack Asia, Coca-Cola Bangun Fasilitas Daur Ulang Botol Plastik di Indonesia
BATU PERTAMA—Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas daur ulang PET seluas 20.000 M2 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Senin (5/4) oleh Coca-Cola Amatil Indonesia kerjasama dengan Dynapack Asia.

JAKARTA, METRO
Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) (Amatil Indonesia) dan Dynapack Asia mengumumkan pembangunan fasilitas daur ulang Polyethylene Terephthalate (PET) seluas 20.000 M2 di Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Melalui investasi terbaru senilai AUD 50,51 juta (Rp556,2 miliar), Amatil Indonesia dan Dynapack Asia akan menciptakan siklus tertutup (closed-loop), untuk kemasan plastik minuman. Hal ini diwujudkan dengan memproduksi pelet plastik yang aman untuk makanan dan minuman yang terbuat dari botol plastik pascakonsumsi.

Melalui kegiatan peletakan batu pertama, Senin (5/4), Amatil Indonesia dan Dynapack Asia juga memperkenalkan PT Amandina Bumi Nusantaradan Mahija Parahita Nusantara. Perusahaan ini memiliki peran sebagai entitas yang akan mengoperasikan fasilitas PET dan mengolah kembali limbah PET berkualitas rendah menjadi PET berkualitas tinggi menggunakan teknologi terbarukan yang terdepan.

Mahija Paramita Nusantara yang merupakan yayasan non-profit akan mendukung pengelolaan collection center, memastikan pemenuhan hak asasi manusia dan regulasi dalam rantai kegiatan pengumpulan sampah, pelaksanakan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan para pemulung dan masyarakat.

Serta menjalankan penelitian dan pengembangan tentang peluang peningkatan daur ulang dan program lain terkait pemanfaatan PET dan pengumpulan plastik.

Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia dan Kepala (Chairman) PT Amandina Bumi Nusantara, Kadir Gunduz mengatakan, kolaborasi antara Amatil Indonesia dan Dynapack juga sejalan dengan Sustainability Ambitions 2020-2040 Coca-Cola Amatil yang baru saja diumumkan.

Salah satu fokus utama dalam Sustainability Ambitions 2020-2040 tersebut, berkomitmen untuk menciptakan siklus tertutup pada kemasan dengan mencapai tingkat daur ulang atau konten terbarukan di setiap kemasan pada tahun 2030 sebesar 50%.

Sebagai bagian dari The Coca-Cola System Sustainable Packaging Strategy, inisiatif ini juga sejalan dengan visi The Coca-Cola Company (TCCC) “World Without Waste” yang berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan kemasan plastik pascakonsumsi dalam kerangka Ekonomi Sirkular secara global.

Fasilitas ini akan mulai beroperasi di tahun 2022 dan memiliki kapasitas untuk mengurangi jumlah resin plastik baru yang digunakan perusahaan sekitar 25.000 ton setiap tahun, perluasan industry dan percepatan laju daur ulang.

“Sebagai bagian dari anggota dewan di Kemitraan Aksi Plastik Nasional Indonesia (National Plastic Action Partnership/NPAP), kami berkomitmen untuk mendukung Rencana Aksi Nasional Indonesia dalam mencapai pengurangan sampah plastik laut sebesar 70% pada tahun 2025,” jelas Kadir.

Kadir juga menambahkan bahwa investasi ini dijalankan melalui kolaborasi bersama pemangku kepentingan di rantai pengumpulan sampah kemasan, usaha bisnis skala mikro, dan pemulung, dengan mendukung mereka untuk bertumbuhsecara efisiendalam bisnisnya.

“Dalam jangka panjang, pihaknya juga akan membawa perubahan positif bagi pengelolaan sampah plastikdi Indonesia dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di rantai pengumpulan sampah kemasan, dengan mendukung sektor daur ulang informal.

CEO Dynapack Asia Tirtadjaja Hambali mengaku sangat senang dapat bekerja sama dengan mitra Coca-Cola Amatil Indonesia, dalam inisiatif terbarukan ini untuk mendukung komitmen.

Dynapack Asia bersama Ellen McArthur Foundation menggunakan setidaknya 25% bahan resin daur ulang dalam kemasan produk pada tahun 2025.

Presiden Direktur PT Amandina Bumi Nusantara Emmeline Hambali mengatakan, peletakan batu pertama PT Amandina Bumi Nusantara merupakan suatu langkah baru untuk memperkuat komitmen mengurangi polusi plastic. Sekaligus mengurangi jejak karbon perusahaan.

“Kami berharap ke depannya akan banyak kolaborasi dan inisiatif untuk meningkatkan solusi siklus tertutup. Amatil Indonesia terus memperkuat komitmen mengurangi penggunaan plastic. Salah satunya melalui inisiatif light-weighting botol PET yang telah mengurangi konten plastic sebesar 28,5% sejak tahun 2014. Serta mengubah warna kemasan menjadi bening untuk mempermudah proses daur ulang,” ungkapnya.

Bersama dengan Dynapack Asia, Amatil Indonesia telah mendukung banyak inisiatif untuk membantu mengumpulkan dan mendaur ulang kemasan minuman. Di antaranyaprogrampembersihan pantai harian, Bali Beach Clean-Up,yang telah berjalan selama lebih dari 13 tahun untuk mengumpulkan lebih dari 40.000 ton, serta beberapa program lingkungan lainnya. (rel)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional