Menu

Gandeng 10 Pelaku Usaha Pariwisata, PT Armada Bumi Minang Bagikan Paket Sembako

  Dibaca : 942 kali
Gandeng 10 Pelaku Usaha Pariwisata, PT Armada Bumi Minang Bagikan Paket Sembako
BAGIKAN BANTUAN— Pemilik Bus Armada Bumi Minang, Aditya Nugraha membagikan bantuan paket sembako kepada petugas kebersihan yang dijumpai saat touring city bakti sosial, Senin (8/6).

PADANG, METRO
Sebagai bentuk kepeduliannya kepada masyatakat yang membutuhkan di tengah pndemi Covid-19, PT Armada Bumi Minang yang bergerak di bidang operator penyedia jasa bus pariwisata membagikan bantuan paket sembako di Kota Padang, Senin (8/6). Pembagian pun dilakukan dengan cara melakukan touring city menggunakan bus pariwisata dan langsung menyambangi warga.

Selain itu, pembagian sembako juga melibatkan 10 pelaku usaha pariwisata yakni bus Armada Bumi Minang, bus Asmara Wisata Nusantara, bus Bintang Mercu Prima, Keripik Sherly, Pisang Sale, Sanjai Sasuai, Keripik 4X7, Christina Hakim, Ummi Aufa Hakim, Ikan Bakar Khatib Sulaiman, Rumah Makan Pasia, Ikan Bilih Uni Ci, dan Silungkang Nevi.

Pantauan di lapangan, sebanyak 10 bus pariwisata diturukan untuk membagikan sembako. Perjalanan dimulai dari pool bus Armada Bumi Minang di Simpang Kalumpang dan melintasi jalan Bypass menuju Jalan Sutan Syahrir, kemudian ke Pantai Padang, dan berakhir di Jalan S Parman, Ulakkarang.

Sembako diserahkan langsung kepada masyarakat yang dijumpai saat touring city. Seperti penjual bensin eceran, pemotong rumput, pengojek, pemulung, petugas kebersihan serta masyarakat lainnya yang membutuhkan. Pembagian sembako itupun mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat.

“Tujuan bakti sosial ini untuk berbagi kepada masyarakat yang terdampak pandemi virus corona. Paket sembako yang dibagikan sebanyak 100 paket. Pembagian bantuan sembako tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Makanya, kita langsung menyambangi warga untuk menghindari kerumunan,” kata pemilik Bus Armada Bumi Minang, Aditya Nugraha, usai kegiatan.

Aditya menjelaskan, kegiatan bakti sosial yang menggandeng sembilan pelaku pariwisata lainnya juga bertujuan untuk kembali mempromosikan pariwisata Sumbar. Menurutnya, pandemi corona juga berdampak terhadap pariwisata, sehingga pihaknya bergerak menghidupkan kembali pariwisata dimasa pandemi ini saat menjalani tatanan kehidupan baru atau new normal.

“Khusus bagi bus pariwisata kegiatan ini sekaligus dijadikan gerakan memanaskan mesin kendaraan, karena tiga bulan kendaraan tidak beroperasional. Ini sebagai cara lain untuk mempromosikan pariwisata Sumbar, kemudian sebagai gerakan berkendara yang baik serta berwisata kembali sesuai protokol yang dianjurkan pemerintah,” ungkap Aditya.

Aditya menambahkan, selama new normal, pihaknya menerapkan protokol kesehatan. Awak bus, calon penumpang, serta kendaraan pariwisata juga diberlakukan prokol kesehatan. Penerapan protokol kesehatan kepada penumpang adalah komposisi tempat duduk sesuai protap social distancing dan physical distancing.

“Setiap penumpang diperiksa suhu tubu oleh awak bus, menggunakan masker, mencuci tangan, menempati tempat duduk sesuai protap kesehatan tanpa mengurangi kenyamanan, antre saat naik atau turun bus,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, penerapan protokol kesehatan terhadap kendaraan atau bus pariwisata adalah membatasi muatan penumpang yang disahkan oleh penguji kendaraan. Bus pariwisata dalam kondisi new normal hanya diperbolehkan 50 persen dari kapasitas bus. Kendaraan harus selalu bersih serta dilengkapi dengan handsanitizer. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional