Menu

Gakkum Diminta Tindak Pembalakan Liar

  Dibaca : 147 kali
Gakkum Diminta Tindak Pembalakan Liar
serius— Praktik illegal logging yang kian marak di Pessel dan sejumlah daerah di Sumbar membuat aparat harus bergerak serius.

PADANG, METRO – Kian maraknya aksi illegal logging atau pembalakan liar di kawasan hutan lindung seperti Pesisir Selatan dan Pasaman, mendapat perhatian serius dari lembaga penggiat lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar. Manajer Kampanye dan Advokasi Walhi Sumbar, Yoni Chandra meminta, pemerintah daerah dan penegak hukum untuk segera menindak pelaku praktik illegal logging.

Yoni menyampaikan, penegakan hukum terhadap pelaku pembalakkan liar harus dilakukan sepenuh hati. Menurutnya, sejauh ini penegakkan hukum terhadap pelaku penebang hutan belum tampak ampuh. Sebab, dari aksi-aksi penangkapan yang telah dilakukan selalu tanpa ada pelaku, padahal penemuan kayu sudah berulang kali terjadi. “Kami dari pegiat lingkungan tentu wajib mempertanyakannya,” sebut Yoni Candra.

Berdasarkan catatan Walhi Sumbar, di Pessel kini terdapat sejumlah kecamatan yang sudah menjadi pusat terhadap praktik penebangan hutan secara liar. Bahkan, sudah tidak rahasia umum lagi, kepetingannya kuat sebagai bisnis pemodal. Artinya sudah terkoordinir. Ini sepertinya bukan lagi aksi individu.

Yoni menambahkan, penegak hukum harus menindaklanjuti laporan masyarakat soal praktik ilegall loging. Jika tidak, upaya perusakan kawasan hutan secara otomatis akan terus bertambah parah. Akibatnya, Pessel rentan terhadap bencana banjir dan longsor. “Tahun ini saja sedikitnya sudah 15 kali terjadi bencana banjir di Pesisir Selatan,” ujar Yoni.

Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Yozawardi mengaku, banyak menerima laporan dari masyarakat terkait illegal loging di wilayah tersebut. Ia mengatakan, pihaknya siaga satu terhadap kejahatan kehutanan yang dapat megganggu sumber daya hutan sebagai penyangga kehidupan.

“Isi surat pada umumnya sama. Pak, mohon bantuan tindak illegal loging, pak masyarakat sudah geram dengan praktik pembalakan liar, pak ada oknum yang main kayu,” kata Yozarwardi.

Yozarwardi mengatakan, sejauh ini, pihak provinsi telah memetakan beberapa titik rawan. Ada kemungkinan, tim bakal turun kembali ke lapangan. Sebab, pihaknya akan terus berupaya melakukan sinkronisasi dan sinergitas perlindungan dan pengamanan hutan terutama illegal logging.

“Kita tidak ingin hutan hancur. Itu adalah jantungnya kehidupan. Kami pastikan, selagi di sini saya akan mengobrak-abrik praktik illegal loging di Pessel, Pasaman dan daerah lain umumnya,” tutup Yozarwardi.

8 Saksi Diperiksa

Sementara itu, 33 gelondongan kayu yang diduga hasil pembalakan liar beberapa bulan yang lalu, di daerah Lunang, Kecamatan Lunang, Pessel masih diamankan di Kantor Dinas Perhubungan Pessel dan areal lokasi Kantor Bupati Pessel.

Kepala Satuan Pol PP dan Damkar Pessel Dailipal menegaskan, sejauh ini penyidik Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), didampingi Satpol PP dan Damkar Pessel telah ikut turun untuk mendampingi melakukan penyelidikan dan pengumpulan data secara maraton.

“Pengumpulan data di lakukan secara Maraton dan intens ke bawah. Dengan cara jemput bola,” tegas Dailipal.

Dikatakannya, pengumpulan data di lapangan meliputi lokasi dimana penebangan kayu, dimana tumpukan kayu, lokasi tunggul penebangan. Dan hal lainnya, untuk perkaranya sendiri telah ditangni langsung oleh tim Gakkum Penyidik KLH.

“Secara penanganan perkara hingga sampai hal ini berjalan lancer, delapan orang saksi telah dipanggil untuk diperiksa. Tim Gakum didampingi Pol PP telah melakukan cek tunggul kebawah. Ini bagian dari pengumpulan data,” jelasnya.

Dailipal menambahkan, sampai saat ini tim penyidik KLH RI masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan data di lapangan. “Untuk nantinya bisa dipastikan apa status hukum dari barang bukti kayu tersebut,” kata Dailipal. (mil/rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional