Menu

Gaji Tidak Dibayar, Bos Ditikam, Ditinggal Bersimbah Darah

  Dibaca : 390 kali
Gaji Tidak Dibayar, Bos Ditikam, Ditinggal Bersimbah Darah
Ilustrasi

PADANG, METRO – Nasib nahas dialami pria pembuka terpal truk cangkang saat bongkar muat. Dia ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah akibat terkena tusukan senjata tajam di Simpang Arai Pinang, Kelurahan Batung Taba Nan XX Kecamatan Lubukbegalung, Sabtu (12/1) sekitar pukul 13.30 WIB.

Korban, Yudi (35) mengalami luka tusuk pada bagian kiri perutnya setelah diduga ditikam menggunakan senjata tajam oleh anggota kerjanya yang berinsial A (23) yang kabur usai kejadian. Diduga, motif penikaman itu dilatarbelakangi sakit hati atau dendam karena gaji pelaku tidak dibayar korban selaku bos.

Warga yang menemukan korban sudah bersimbah darah, langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Reksodiwiryo Ganting untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, keluarga korban yang tidak terima atas kejadian itu, langsung membuat laporan polisi ke Polsek Lubeg dengan nomor LP/08/K/I/2019/Lubeg.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal ketika korban mengendarai sepeda motor, dan setiba di Simpang Arai Pinang, Kelurahan Batung Taba Nan XX Kecamatan Lubeg, tiba-tiba saja datang pelaku dan langsung menusuk perut korban menggunakan pisau. Seketika korban terkapar bersimbah darah dan meraung kesakitan.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berdatangan ke lokasi untuk menyelamatkan korban. Korban yang sudah dalam kondisi luka berat, kemudian dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, pelaku langsung kabur dari lokasi kejadian.

Kapolsek Lubeg, AKP Rico Fernanda mengatakan terkait kasus penganiayaan berat (anirat) tersebut, pihaknya sudah menerima laporan dari pihak keluarga korban. Untuk tindaklanjutnya, terhadap korban dilakukan visum guna melengkapi bukti-bukti terjadinya penganiayaan.

“Menanggapi laporan korban, kita langsung mendatangi lokasi kejadian meminta keterangan saksi-saksi dan juga melakukan visum terhadap korban. Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku yang menikam korban merupakan orang yang sama-sama bekerja dengan korban membuka terpal truk cangkang dan mereka sudah saling kenal,” kata Rico.

Selain itu, Rico menjelaskan dari keterangan saksi-saksi, motif dari penikaman ini diduga kuat adanya unsur sakit hari pelaku terhadap korban, karena korban tidak membayarkan gaji pelaku. Tetapi, untuk memastikannya, masih perlu dilakukan pendalaman dan pihaknya masih melengkapi bukti-bukti.

“Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Korban belum bisa kita mintai keterangan. Kita masih memproses laporan korban. Dalam waktu dekat setelah bukti-bukti lengkap, kita akan amankan pelaku yang saat ini keberadaannya sudah kita pantau,” pungkasnya. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional