Menu

Gaji tak Dibayar, Tukang Blok II Pasar Raya Padang Kabur

  Dibaca : 907 kali
Gaji tak Dibayar, Tukang Blok II Pasar Raya Padang Kabur
Mahyeldi-Audy saat debat Pilgub Sumbar.
Pasar Inpres II terbengkalai web

Pengerjaan Blok II Pasar Raya Padang, terbengkalai.

PASARRAYA, METRO-Pedagang Pasarraya kembali resah. Pasalnya pembangunan blok II terhenti karena tukang yang dipekerjakan di sana oleh kontraktor mogok kerja.

Pantauan POSMETRO, Selasa (22/9), aktivitas finishing pembangunan blok II yang memakai dana APBD senilai Rp24 miliar itu terhenti. Jika biasanya ada belasan pekerja di sana setiap hari, sejak beberapa hari ini sudah tidak terlihat lagi bekerja.

”Saya juga tidak tahu, tukang sudah kabur. Yang jelas ini sangat merugikan kami sebagai pedagang yang akan menempati bangunan ini. Kami sudah sangat lama berharap,” ujar Amran Tono, pedagang yang juga pengurus Himpunan Pedagang Inpres II lantai I (Hippi I).

Pada waktu penyerahan lapangan kepada kontraktor sebelumnya, kata Amran pedagang diberi harapan besar. Karena kontraktor berjanji akan mempekerjakan tukang dalam jumlah yang banyak dan mencapai ratusan orang setiap hari. Namun setelah berjalan, ternyata pihak ketiga pelaksana proyek hanya mempekerjakan puluhan orang saja.

”Pedagang sempat bertanya pada tukang itu sebelum mereka menghilang. Mereka mengaku bahwa gaji mereka tak dibayar bayar,” sebut Amran.

Kondisi ini, kata Amran merugikan pedagang. Karena dengan terhentinya proses pembangunan, pedagang di penampungan semakin lama menderita. ”Berarti mereka memperpajang penderitaan pedagang. Kalau memang tak sanggup mengerjakan proyek itu kenapa ikut ikut pula,” terang Amran.

Menurut Amran, persoalan ini adalah tanggung jawab Pemko. Karena dana sudah ada dari APBD. ”Kami tak mau tahu, yang jelas Pemko harus cepat menuntaskan. Jangan sampai nanti pedagang menilai Pemko tak becus,” ujar Amran.

Di sisi lain, pedagang lainnya Yusman (45) menilai Pemko sudah salah memenangkan pemenang tender. Sebaiknya Pemko memilih perusahaan yang bonafit dan memiliki modal besar untuk mengerjakan blok II. Bukan perusahaan abal-abal yang tidak sanggup membayar gaji pekerja.

”Kalau sudah seperti ini, kami yang dirugikan,” katanya. (tin)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional