Menu

Gaji Guru Honor Jauh di Bawah Standar

  Dibaca : 596 kali
Gaji Guru Honor Jauh di Bawah Standar
HEARING—Ketua PGRI Kota Payakumbuh, Syafwan di hadapan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, saat hearing dengan Kepala Sekolah SMPN se-Payakumbuh dan PGRI Kota Payakumbuh.

SUKARNOHATTA, METRO
Persoalan gaji Guru Honorer seakan tidak pernah usai. Ketua PGRI Kota Payakumbuh, Syafwan mempertanyakan kemauan Pemerintah terkait kesejahteraan bagi guru honorer. Saat ini masih ada guru honorer di Payakumbuh bergaji 300-600 ribu perbulan.

Hal ini sebut Syafwan tentu saja jauh dari kata layak dan di bawah standar. Bahkan, gaji yang diterima untuk beli bensin datang dan pergi kesekolah saja tidak cukup. Miris sekali, dengan beban mengajar yang sama degan Guru PNS, tapi mendapat gaji tidak layak. Padahal tugas guru sangat berat mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Guru honor kita sampai kini masih ada yang menerima 400 Ribu. THL dari pemda kok bisa gajinya UMP. Ini harusnya menjadi perhatian juga bagi pemda. Bantuan guru honor sangat besar untuk dunia pendidikan kita, karena kita sangat kekurangan guru,” sebut Ketua PGRI Kota Payakumbuh, Syafwan dihadapan Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Selasa (26/1) saat hearing dengan Kepala Sekolah SMPN se-Payakumbuh dan PGRI Kota Payakumbuh.

Menurut Syafwan, dunia pendidikan itu bukan retorika dan janji-janji saja, tetapi bagaimana mengimplementasikannya. Sehingga, kalau dunia pendidikan diperhatikan salah satunya adalah terkait kesejahteraan bagi guru honorer yang masih menerima gaji jauh dari kata layak dan dibawah standar.

Salah seorang Kepala Sekolah SMP Negeri di Payakumbuh menyebut, gaji bagi guru honorer hanya bisa dibayarkan melalui dana BOS. Dan jumlahnya sangat terbatas, mengingat dana BOS juga diperuntukkan bagi kegiatan lainnya. Untuk itu, Pemda perlu membuat aturan atau kebijakan untuk bisa menabah dana bagi honor guru honorer apakah berbentuk dana BOS Daerah.

Rapat dibuka Wakil Ketua DPRD Armen Faidal, dihadiri Wakil Ketua Komisi C, Mesrawati (PAN), Sekretaris Komisi C, Syafrisal (PBB), anggota Komisi C, Suparman (PKS), YB.Dt.Parmato Alam (Golkar), Fahlevi Masni (Demokrat), Ismet Arius (Nasdem), serta Sekretaris Dewan diwakili Julfiter dan dihadiri Ketua PGRI Kota Payakumbuh Syafwan, serta seluruh kepala sekolah SMPN se-Payakumbuh.

YB. Dt. Permato Alam, menyebut bahwa praksi Golkar sudah jauh-jauh hari mendorong Pemerintah Daerah untuk memberikan gaji bagi Guru Honorer ini sesuai UMP, minimal 1,5 juta perbulan. Dia mengatakan, sebenarnya Pemda tidak menjadi Covid-19 sebagai alasan, sebab terkait pendidikan adalah pelayanan dasar.

“Kita dari Fraksi Golkar jauh-jauh hari sudah menyampaikan agar honor guru honorer ini sesuai UMP, minimal 1,5 juta rupiah. Kita sangat banyak kekurangan guru, untuk SD kurang 142 guru, SMP 102 guru. Pemko harus peka dengan kondisi ini, dan DPRD komit untuk menganggarkan,” sebut YB. Dt.Parmato Alam yang konses memperjuangkan soal pendidikan ini.

Suparman, menyampaikan bahwa terkait honor bagi guru honorer ini sudah berlarut-larut dan cukup lama. Untuk itu dirinya meminta agar persoalan ini jadi rekomendasi pada rapat kerja dengan Dinas Pendidikan. “Ini wajib. Guru adalah pencerdas kehidupan bangsa. Harus menjadi fokus utama bagi komisi C,” harapnya.

Pada kesempatan itu, selain kesejahteraan bagi guru honorer, juga persoalan himbauan dari diknas terkait wajib rapit tes bagi seluruh guru di Payakumbuh dan infrastruktur di sekolah menjadi perbincangan hangat dalam hearing yang berlangsung di aula rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh pagi itu. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional