Menu

Gagal Taubat, 13 Napi Asimilasi Ditangkap lagi

  Dibaca : 359 kali
Gagal Taubat, 13 Napi Asimilasi Ditangkap lagi
ILUSTRASI-Gagal Taubat, 13 Napi Asimilasi Ditangkap lagi

PADANG, METRO
Dibebaskan berkat adanya program asimilasi di tengah pandemi covid-19 yang diberikan oleh pemerintah melalui Kemenkumham tidak dimanfaatkan oleh para narapidana untuk bertaubat. Bahkan beberapa di antara mereka kembali melakukan kejahatan yang pernah mereka lakukan sehingga kembali berurusan dengan hukum.

Bahkan, sejak diluncurkannya program asimilasi, jajaran Satreskrim Polresta Padang sudah menangkap 13 narapidana asimilasi karena menyalahgunaan kesempatan bebas dengan melakukan kejahatan. Bahkan, lima di antaranya terpaksa ditembak ketika dilakukan penangkapan lantaran melakukan perlawanan.

“Setidaknya hingga saat ini ada sekitar 13 narapidana asimilasi yang kami tangkap karena kembali melakukan tindak pidana,”ujarnya.

Kasatreskrim Polresta Padang Kompol  Rico Fernanda, mengatakan, hingga saat ini sebanyak 13 narapidana asimilasi yang ditangkap karena melakukan berbagai tindak pidana. Saat ini para penjahat kambuhan itu telah diproses atas pidana yang mereka lakukan. Rata-rata kasus yang dilakukan adalah dugaan pencurian, pencurian kendaraan bermotor, dan lainnya.

“Hampir keseluruhan kasus yang menjerat napi asimilasi ini telah masuk ketahap persidangan kecuali satu Napi yang baru ditangkap atas kasus pencurian ban berinisial K (41) yang ditangkap Jumat (10/7) bersama seorang rekannya AS (26),” kata Kompol Rico, Senin (13/7).

Dijelaskan Kompol Rico, dari 13 napi asimilasi ini, lima orang Napi terpaksa  dihadiahi timah panas oleh petugas karena berusaha melawan saat hendak ditangkap. Atas dasar itulah, pihaknya mengambil tindakan tegas terukur berupa penembakan untuk melumpuhkan dan sekaligus memberikan efek jera kepada pelaku.

“Beberapa penembakan itu diterima oleh napi asimilasi adalah RF (30) yang ditangkap karena kasus dugaan pencurian kendaraan bermotor pada Minggu (28/6) malam. Ia dibekuk petugas di depan kantor Dinas PU Provinsi Sumbar, di Jalan Taman Siswa Alai Parak Kopi,” ujar Kompol Rico.

Napi lainnya adalah YA (22) yang ditangkap pada Kamis (7/5) malam atas kasus dugaan pencurian dengan kekerasan degan modus begal. Ia ditangkap bersama empat rekan lainnya karena diduga telah melakukan kasus pencurian dengan kekerasan (begal), dan pencurian sepeda motor.

“Saat akan ditangkap ada yang berusaha melawan dan melarikan diri, dan atas atensi pimpinan, tembekan tegas dan terukur diberikan kepada mereka,” jelas Kompol Rico.

Kompol Rico mengatakan, pihaknya mengingatkan agar narapidana yang keluar penjara lewat program asimilasi tidak kembali melakukan kasus pidana. Hal itu mengingat pihaknya telah mengantongi ratusan nama para warga binaan yang telah keluar tersebut beserta alamat lengkapnya. “Jangan main-main dengan hukum, napi yang kembali berulah pasti kami tindak tegas,” tuturnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional