Menu

Gagal Beraksi, 4 Komplotan Maling Dihajar Massa di Bukittinggi

  Dibaca : 1252 kali
Gagal Beraksi, 4 Komplotan Maling Dihajar Massa di Bukittinggi
MALING GAGAL— Belum sempat santroni rumah warga, empat komplotan maling babak belur dihajar massa di Guguk Panjang, Bukittinggi, Jumat (4/6) pagi.

BUKITTINGGI, METRO–Nasib apes dialami empat kawanan maling yang berasal dari Pekanbaru, Riau. Mereka masuk rumah warga Jumat (4/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Belum sempat menikmati hasilnya, mereka keburu ditangkap warga sekitar.

Empat  kawanan maling yang beraksi di Jalan Barumbung 3, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang tersebut babak belur dihajar massa. Beruntung, nyawa mereka selamat dan diserahkan warga ke Polsek Bukittinggi.

Kapolsek Bukittinggi AKP Dedi Adriansyah Putra mengatakan, kejadian ini sebelumnya sempat menjadi viral di media sosial. Karena pelaku terekam CCTV sedang mengincar sebuah rumah yang pagarnya dalam keadaan terkunci. Bahkan, ketika itu, setelah masuk ke pekarangan sebuah rumah, pelaku sempat memutar CCTV yang berada di depan ruma.

Merasa aksinya terpantau CCTV pada Kamis, empat kawanan ini mengurungkan niatnya. Namunpada Jumat pagi mereka datang lagi ke rumah yang sama dan kebetulan pagar rumah yang di incarnya tersebut dalam keadaan terbuka. Merasa aksinya akan sukses, dua pelaku mencoba masuk ke halaman rumah. Ketika masuk, massa langsung memegang pelaku kedua pelaku, termasuk dua orang lainnya yang berada di atas sepeda motor.

Massa yang geram dengan tindakan pelaku ditambah wajah mereka sudah viral di media sosial, tanpa banyak cerita puluhan warga sekitar langsung menghajar mereka. Akibatnya empat pelaku menjadi bulan-bulanan massa. Usai dibogem mentah oleh warga semua pelaku diikat dengan tali dan massa sudah tenang. Warga menghubungi pihak Polsek Bukittinggi.

Para pelaku adalah Beni Fasius Fikram Das (18) warga di Pekanbaru, Bakhtiar (38) warga Jakarta, Hendri (43) warga Pesisir Selatan, serta Yoyok Hartoyo (41) warga Jakarta. Sebelum melakukan aksi pencurian di Kota Bukittinggi keempatnya mengatur strategi dulu di Pekanbaru. Setelah semua rencananya matang barulah dia datang ke Bukittinggi Rabu lalu untuk mencuri.

“Pertama, sasaran mereka adalah rumah yang ditinggal oleh pemiliknya. Aksi tersebut mereka mulai pada Kamis kemarin, namun belum membuahkan hasil. Tidak satupun barang berharga yang berhasil mereka ambil. Merasa tidak puas dengan hasil curianyna. Pada Jumat pagi mereka melancarkan aksinya kembali dengan mendatangi rumah yang sama, yaitu milik Winda Sitanggang,” katanya.

Bahkan sebelum dihajar massa, salah seorang tersangka, yaitu Hendri sempat menodongkan pisau pada warga Dezy (25) yang kebetulan lewat untuk merampas sepeda motornya. Ketika, Dezy mencoba menahan sepeda motor tersebut yang bersangkutan terjatuh sampai pergelangan kakinya terkilir. Tidak berapa lama, massa sudah ramai menghajar pelaku.

Apalagi modus operandi yang dilakukan semua pelaku, dimana salah satu pelaku mengetok rumah yang kelihatan sepi. Dan ini ia lakukan untuk memastikan ada orang di rumah, jika ada orang makapelaku akan pura-pura bertanya alamat. Tapi, kalau tidak ada orang, maka di situlah aksinya akan dilancarkan.

“Sekarang ini kita belum sepenuhnya menerima keterangan keempat pelaku.  Masih menggali informasi lainnya, mana tahu mereka masih melakukan aksi kejahatan lainya di wilayah hukum kita. Kasus ini masih dikembangkan pihak kepolisian mana tahu dari keterangan keempat orang pelaku ini kita bisa memperoleh informasi lainnya,” katanya. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional