Menu

Gaduh Hibah Covid-19 Rp 2 T, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Minta Maaf

  Dibaca : 128 kali
Gaduh Hibah Covid-19 Rp 2 T, Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Minta Maaf
HIBAH— Dokter pribadi keluarga Akidi Tio, Hardi Darmawan, menyampaikan hibah ke Kapolda Sumsel Irjen Indra Heri.

SUMSEL, METRO–Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri meminta maaf langsung kepada masyarakat Indonesia khususnya Sumatera Selatan terkait polemik dana bantuan Covid-19 Rp 2 triliun. Selain meminta maaf kepada masyarakat, dia pun meminta maaf kepada para stake holder yang membantu penanganan Covid-19 di Sumsel.

“Saya sebagai Kapolda Sumsel memohon maaf kepada masyarakat Indonesia terutama masyrakat Sumsel atas kegaduhan yang terjadi ini,” kata Kata Eko Indra Heri di dalam Gedung Promoter Ma­pol­da Sumsel, Kamis (5/8).

Kapolda me­nyam­pai­kan langsung per­mintaan maafnya secara tulus. Dia menyatakan maaf sebesar besarnya. Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Sum­sel, juga meminta maaf kepada Bapak Ka­polri, para anggota Polri se-Indonesia, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh ma­syarakat se-Sumatera Se­la­­tan.

“Wabil khusus kepada Forkopimda, Bapak Guber­nur, Pangdam II Sriwijaya, Danrem dan institusi yang lain, yang tentunya terlibat dalam minggu-minggu ini. Kegaduhan ini sebagai kelemahan saya sebagai individu dan sebagai ma­nusia biasa, untuk itu saya meminta maaf,” ujar Eko.

Diketahui, Mabes Polri merencanakan peme­rik­saan kepada Kapolda Su­matera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri. Hal ini ber­kaitan dengan kasus hibah dana Covid-19 senilai Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menga­takan, Mabes Polri akan mengerahkan tim internal untuk proses pemeriksaan. Tim ini terdiri dari bebe­rapa divisi.

“Berkaitan dengan Ka­pol­da Sumsel, dari Mabes Polri sudah menurunkan tim internal yaitu dari It­wasum Mabes Polri dan dari Paminal, Div Propam Polri,” kata Argo kepada wartawan, Kamis (5/8).

Pemeriksaan ini ber­tujuan untuk mencari seluk beluk kasus yang sebe­nar­nya. Pemeriksaan akan dila­kukan sesuai pro­sedur di internal Polri.

“Tentunya ingin me­lihat kejelasannya seperti apa, kasusnya bagiamana dan itu adalah ranah dari pada klarifikasi internal. Kita tunggu saja hasil dari pada kegiatan penyelidikan dan pemeriksaan internal dari Mabes Polri,” imbuh Argo.

Sebelumnya, keluarga men­diang Akidi Tio men­da­dak menjadi perbincangan publik setelah meng­hibah­kan uang senilai Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Namun, kemarin anak Aki­di, Heriyanti dijemput oleh jajaran Polda Sumatera Selatan terkait dana hibah tersebut yang tak kunjung cair.

Setelah ditelisik lebih jauh, Heriyanti ternyata pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 7,9 miliar. Total ada 3 proyek yang diduga telah terjadi penipuan.

“Kronologinya adalah sekitar 2018 terlapor ini mengajak saudara pela­por, JBK berbisnis ada 3 item bisnis yang diajak, mu­lai dari kerja sama orderan songket, kemudian orderan AC, dan juga pekerjaan interior. Totalnya semua se­ki­tar Rp 7,9 miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yu­nus di Polda Metro Jaya, Selasa (3/8).

Laporan tersebut di­buat oleh Ju Bang Kioh ke Sen­tra Pelayanan Kepo­lisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada 14 Fe­bruari 2020. Laporan tere­gister dengan Nomor: LP/1025/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. (jpg)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional