Menu

Gadis Remaja Digarap Pria Beristri

  Dibaca : 901 kali
Gadis Remaja Digarap Pria Beristri
FOTO BERSAMA— Usai meresmikan Patung Rabab, Bupati Hendrajoni foto bersama.

Pencabulan - web

BUKITTINGGI, METRO–Kata-kata manis bujuk rayu membuat Melati (16)—masuk perangkap pria beristri, Abdul R (24), warga Pasia, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam. Keakraban yang dijalin selama enam bulan menjadi petaka bagi gadis remaja belia itu. Ia “digarap” setelah pelaku mengajak korban jalan-jalan ke Kota Bukittinggi.

Pemerkosaan itu terjadi, Minggu, 3 Mei lalu, sekitar pukul 11.30 WIB. Kejadian yang dilakukan tersangka Abdul R, di mobil di pinggir jalan raya Payakumbuh-Bukittinggi, Kecamatan IV Angkek, Kebaupaten Agam.

”Setelah menerima laporan korban, petugas melakukan penyelidikan dan mencari keberadaan pelaku. Akhirnya, Selasa (24/5) sekitar pukul 11.00 WIB, tersangka berhasil ditangkap di Pasar Ateh Bukittinggi. Pelaku mengaku sudah memperkosa korban,” ungkap Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi melalui Kasat Reskrim AKP Joko Hendro Lesmono, Rabu (25/5).

Dijelaskan, perkenalan antara korban dan tersangka sudah berlangsung sekitar enam bulan. Ketika tersangka berjualan berkeliling (manggaleh babelok) datang ke rumah orang tua korban menawarkan dagangannya. Pelaku mendemokan produk berupa panci, periuk dan alat rumah tangga.

Karena ada beberapa yang pesan produk tersebut, tersangka datang kembali ke rumah orang tua korban menunggu pembeli. Hal itu berlangsung lama, sampai akhirnya tersangka akrab dengan keluarga korban dan korban juga sudah menganggap tersangka sebagai kakak.

Karena sudah ada kedekatan dan keakraban tersebut, langsung dimanfaatkan tersangka yang sudah mempunyai isteri dan anak dua. Pada Minggu (6/3) tersebut menggunakan Avanza BA 1528 LE, tersangka datang mengajak korban pergi main atau raun-raun ke Bukittinggi.

”Karena sudah ada kedekatan, keluarga korban juga mengizinkan anaknya pergi main. Maka, tersangka langsung mengajak korban berangkat ke Bukittinggi dengan posisi korban duduk sebelah kiri tersangka,” jelas AKP Joko Hendro.

Namun, siapa sangka jika ajakan pelaku berujung petaka bagi gadis remaja ini. Ketika sampai di pinggir jalan raya, di kawasan Kecamatan IV Angkek, tersangka menghentikan mobil dan mengajak korban pindah duduk ke bangku tengah. Setelah keduanya duduk berdua, tersangka mulai mengeluarkan jurus-jurus rayuan dan mengatakan cinta dan sayang.

Ketika itu, korban hanya diam saja. Karena tidak ada jawaban dari korban, tersangka mulai mencium korban yang dibiarkan korban. Tidak adanya perlawanan dari korban, tersangka menganggap jika itu adalah persetujuan. Selanjutnya, pelaku yang sudah beristri ini dengan leluasa menggarap korban.

”Pada awalnya masih ada penolakan dari korban, tapi pelajar yang masih lugu tersebut termakan rayuan tersangka yang mengatakan, seandainya hamil dia akan tanggung jawab, karena dia begitu mencintai korban. Akhirnya, korban hanya diam dan mulai tersangka menggarap gadis remaja itu sekitar enam menit. Setelah itu mereka berpakaian kembali dan mereka melanjutkan pergi raun ke Bukittinggi,” ungkap AKP Joko.

Setelah sekian lama peristiwa itu terjadi, korban ini korban bercerita pada keponakannya yang usianya sebaya. Korban mengaku pernah diperkosa oleh Abdul. “Orang tua korban yang mendengar cerita itu langsung melapor. Korban sudah divisum, dan hasilnya ada luka di alat kelamin korban,” ungkap Kasat Reskrim.

Dijelaskan, kalau kasus tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan tersangka juga sudah terbukti melakukan perbuatan cabul tersebut. Atas perbuatan pemuda asal Medan ini, ia dijerat Pasal 285 KUHP tentang Pencabulan dan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (PA), dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (wan)

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional