Close

FKS Pelajari Program STBM Pringsewu

CENDRAMATA--Walikota Bukittinggi Erman Safar bertukar cendramata dengan Bupati Pringsewu Lampung Sujadi dalam kesempatan kunjungan kerja.

Pemerintah kota bersama Forum Kota Sehat (FKS) Bukittinggi, me­lakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Pringsewu, Lampung, Selasa (28/9). Rombongan dipimpin langsung Wali Kota Bukittinggi bersama beberapa kepala SKPD serta Ketua dan anggota FKS Bukittinggi.

Ketua FKS Bukittinggi, Ny Fiona Erman Safar menjelaskan, Kunker ini dilakukan, karena Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu daerah terbaik di Indonesia, khususnya dalam program Sanitasi Total Berbasis Ma­syarakat (STBM).

Bahkan, Kabupaten Pring­sewu mendapatkan prestasi dalam hal itu, pada tahun 2018 lalu dan saat ini juga tengah me­ngikuti penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2021 oleh Tim Kementerian Kesehatan RI dan Tim Pemprov Lampung.

“Prestasi itu tentu sangat luar biasa dan patut kita tiru. Bagaimana sis­temnya untuk bisa diterapkan di Kota Bukittinggi. Apalagi salah satu syarat untuk mengikuti penilaian Kota Sehat, adalah 100 persen ODF yang memang sangat terkait deng­an STBM. Tapi bukan untuk penilaian saja, jika program STBM dapat lebih ditingkatkan di Bukittinggi, tentu akan mencapai ma­syarakat dan kota yang sehat,” ungkap Fiona.

Bupati Pringsewu Sujadimenjelaskan, Pringsewu memiliki keunggulan dari segi pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan lingku­ngan, termasuk di dalamnya pencapaian predikat Kabupaten ODF (Open Defecation Free) berke­lanjutan.

Kabupaten Pringsewu juga telah memiliki Perda No.01/2019 tentang STBM Berkelanjutan dan Surat Edaran Bupati Pringsewu No.443/339.a/D.02/2019 tentang Kepemilikan Jamban Sehat 100% sebagai strategi dalam pelaksanaan program STBM pilar 2 hingga 5.

Tahun 2018 lalu Pringsewu terpilih menjadi ka­bu­paten dengan inovasi terbaik kedua dalam pelaksanaan program STBM. Kemudian pada 2019 kem­bali mengikuti STBM Berkelanjutan dengan kriteria pemilihan sanitarian terbaik dan pada 2020 lalu berhasil menjadi juara III untuk kategori Demand Creation.

“Komponen sanitasi total yang dijalankan Pem­kab Pringsewu untuk menjamin keberlanjutan Program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yakni dengan penciptaan lingkungan yang kondusif, peningkatan kebutuhan sanitasi dan peningkatan penyediaan sanitasi. Selain itu, beberapa inovasi yang dilakukan di Kabupa­ten Pringsewu, di antara­nya adalah dengan adanya Jihad Sanitasi, Gebrak ODF, Satgas ODF, Tentara Jamban, Polisi Sanitasi, Ustaz Jamban, Shalawat STBM, Paguyuban Jamban Sewu, dan Program Genosida (Gerakan One House One Losida),” jelas Bupati.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan, program STBM Pringsewu ini, memang patut untuk dicontoh. Banyak item item pengelolaan peme­­rin­tahan untuk masya­rakat yang luar biasa, meskipun usianya masih 13 tahun. “Untuk itu, kami dari Bukittinggi membawa beberapa Kepala Dinas dan juga Forum Kota Sehat ke Kabupaten Pringsewu, yang sudah terlebih dulu menerapkan prog­ram STBM ini. Sehingga regulasi dari Pringsewu ini kita coba sadur untuk diaplikasikan di Bukittinggi, tentu dengan ada beberapa penyesuain nantinya. Bagaimana mewujudkan masyarakat yang sehat. Bagaimana seluruh ma­sya­rakat benar benar me­nikmati lingkungan yang bersih dan sehat,” ujar Erman.

Erman berharap, kola­borasi antara SKPD deng­an FKS Bukittinggi dapat terus ditingkatkan, agar misi “hebat” dalam sektor kesehatan dan ling­kungan dapat diwujudkan. Tujuan akhirnya menciptakan ma­syarakat dan lingkung­an Bukittinggi yang sehat dan sejahtera. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top