Menu

Festival Pesona Adat Nagari Digelar di Puncak Pato, apak Tilas Sumpah Sati Bukik Marapalam

  Dibaca : 102 kali
Festival Pesona Adat Nagari Digelar di Puncak Pato, apak Tilas Sumpah Sati Bukik Marapalam
PUKUL TABUH— Pembukaan Festival Pesona Adat Nagari, Minggu, (4/7) di Puncak Pato, Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar ditandai dengan pemukulan tabuh oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE didampingi Ny. Lise Eka Putra, Kepala Dispar Sumbar, Novrial, Anggota DPRD Sumbar, Jefri Masrul, Anggota DPRD Tanah Datar, Nurzal dan Istiqlal

TANAHDATAR, METRO–Dinas Pariwisata Pro­vinsi Sumatera Barat (Dis­par Provinsi Sumbar) be­ker­jasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, Olah­raga (Disparpora) Kabu­paten Tanah Datar menye­lenggarakan Festival Pe­sona Adat Nagari, Minggu, (4/7) di Puncak Pato, Jorong Pato, Batu Bulek, Keca­matan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar.

Festilval Pesona Adat Nagari mengusung tema “Napak Tilas Sumpah Sati Bukik Marapalam,” dan diselenggarakan atas po­kok pikiran (pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Jefri Masrul.

Festival Pesona Adat Nagari dibuka langsung oleh Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE didampingi Ny. Lise Eka Putra. Turut hadir Anggota DPRD Tanah Datar, Nurzal dan Istiqlal, beberapa Kepala OPD Pem­kab Tanah Datar, Camat Lintau Buo Utara, Zulkifli Idris, LKAAM Kabupaten Tanah Datar, tokoh ma­syarakat dan tamu unda­ngan lainnya.

Festival Pesona Adat Nagari pertama kali dise­lengarakan di Luhak Nan Tuo tanpa adanya penon­ton. Hal ini dilakukan seba­gai antisipasi penyebaran Covid-19. Acara itu dike­mas secara live streaming yang bisa disaksikan di Channel YouTube Dispa­rsumbar atau media sosial Facebook (FB) lintau.id.

Tujuan dari acara ter­sebut, yaitu sebagai ajang promosi pesona budaya, wisata dan ekonomi kreatif Anak Nagari Batu Bulek pada khususnya, yang a­kan berdampak positif pa­da perkembangan pere­konomian masyarakat se­ki­tar.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra mengapresiasi ke­giatan tersebut. Walau pun di tengah-tengah pandemi Covid-19, pihak penye­leng­gara mampu berinovasi, sehingga acara terseleng­gara dengan baik.

“Meskipun kita meng­hadapi pandemi Covid-19, Festival Alek Anak Nagari ini dapat kita laksanakan. Ini tidak terlepas dari pe­ne­rapan protokol kese­hatan yang ketat, dengan meman­faatkan ruang virtual, seba­gai wadah pro­mosi. Diha­rapkan dapat menjangkau lebih luas lagi, sehingga berdampak pada pertum­buhan ekonomi,  Ini tentu sebuah inovasi, ” ujar Eka.

Sumpah Sati Bukik Ma­ra­palam dalam sejarahnya menyebutkan, kaum adat dan kaum ulama meng­hasilkan perjanjian yang menjadi filosofi masya­rakat di Minangkabau dari dulu hingga sekarang, yak­ni Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Saat ini, kondisi Puncak Pato tempat perjanjian itu diikrarkan, kini telah me­nga­lami perubahan signifi­kan dengan renovasi dan pembangunan kios de­ngan anggaran Rp2 miliar lebih, dan akan ditingkatkan un­tuk ke depannya. “Pemba­ngunan kawasan Puncak Pato diharapkan akan terus ditingkatkan, karena objek wisata ini adalah salah satu ikon pariwisata di Tanah Datar dalam meningkatkan kesejahteraan ma­sya­ra­kat,” ujar Eka.

Ketua Panitia Hendri Gunawan menyampaikan, acara ini menerapkan pro­tokol kesehatan dan ber­tujuan sebagai ajang pro­mosi produk dan objek wi­sata di Kabupaten Tanah Datar, yakni Lintau. Ia berharap, acara ini dapat berdampak besar bagi eko­nomi masyarakat Lintau yang terkena dampak Co­vid-19.

Sementara, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Jefri Masrul mengung­kap­kan Festival Pesona Adat Nagari dijadikan pokir un­tuk meningkatkan ekonomi dan promosi wisata di Lin­tau. Juga, agar sanggar seni yang ada di kabupaten Tanah Datar dapat ditam­pilkan. Tidak lupa ia me­ngingatkan untuk terus menerapkan protokol kese­hatan dan menjaga keas­rian Puncak Pato.

Sementara itu, Guber­nur Sumbar diwakili Kepala Dispar Provinsi Sumbar, Novrial mengatakan, me­nurut survei wisatawan datang ke Sumbar paling banyak melihat budaya setempat, selain kuliner dan alamnya. Digelarnya Festival Pesona Adat Na­gari bertema Tapak Tilas Sumpah Sati Bukik Mara­palam, mampu memenuhi tujuan wisata dimaksud.

Selain untuk melihat budayanya, data juga me­nun­jukan wistawan datang ke Sumbar, sekitar 73 per­sen­nya berusia di bawah umur 30 tahun. Selanjut­nya, dari sosial media ber­kontribusi mendatangkan wisatawan sekitar 52 per­sen. “Hal inilah yang berte­patan dengan data, fakta dan rencana kita ke depan­nya, untuk mengadakan acara seperti hari ini lagi, di masa akan datang,” ujar Novrial.

Ia menambahkan, aca­ra yang digagas dengan live streaming mampu mem­berikan dampak po­sitif untuk promosi wisata, “Sebagai contoh, kami te­lah mengadakan acara serupa dengan konsep seperti ini (live streaming) dan mampu menjangkau sekitar 66.000 viewer. Ka­rena itulah kami optimis acara ini sangat luar biasa efeknya, guna menjaga brand image Kabupaten Tanah Datar. Mudah-mu­dahan ini menjadi inspirasi karena tidak selamanya festival itu dilaksanakan secara tatap muka,” ujar Novrial.(ant/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional