Menu

Festival Paralayang Taeh Bukik Sukses, Harumkan Nama Limapuluh Kota

  Dibaca : 171 kali
Festival Paralayang Taeh Bukik Sukses, Harumkan Nama Limapuluh Kota
PARALAYANG—Seorang atlet paralayang Limapuluh Kota tengah beraksi di atas spot paralayang yang ada di Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Limapuluh Kota ternyata punya spot yang menarik untuk olahraga paralayang. Salah satunya di Taeh Bukik, Kabu­paten Limapuluh Kota. Parala­yang merupakan olahraga terbang bebas dengan meng­gunakan sayap kain, yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Pada Sabtu dan Minggu (10-11/7) digelar Festival Paralayang Taeh Bukik Pesona Gunung Bungsu.Tak sedikit masyarakat yang mengagumi potensi spot Paralayang Taehbukik, Keca­matan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota. Gelaran ini dianggap sukses mengharum­kan nama Luak Nan Bungsu.

Termasuk dari Anggota DPRD Sumbar, Nurkhalis Da­tuak Bijo Dirajo. Potensi tersebut perlu dibangkitkan dan dapat dikelola dengan baik, sehingga bisa menarik minat para wisa­tawan. Ini diungkapkan, anggota DPRD Sumbar dari partai Ge­rindra, jelang penutupan Festival Paralayang yang digelar selama dua hari sejak Sabtu (10/7). “Tentunya ini menjadi potensi Sumbar untuk melahirkan atlet-atlet paralayang berprestasi cabang olahraga paralayang. Selain itu, jika dikelola dengan baik, juga akan memberikan dampak besar untuk masyarakat melalui sektor pariwisata,” ucap Nurkhalis, Minggu (11/7).

Tentunya dengan spot para­layang terbaik ini, Nurkhalis menilai, perlu digeliatkan dan dibangkitkan dengan cara meng­gelar iven-iven olahraga para­layang. Ini sejalan dengan upaya meningkatkan imunitas tubuh, kegiatan olahraga harus terus bejalan. “Tentunya tetap menjaga agar tak boleh ada kerumunan, jaga jarak, cuci tangan dan pakai masker,” sebut Nurkhalis saat berdiskusi ber­sama, Pelatih Paralayang, Dodo Kurdi serta Ketua Harian Fasi Kota Payakumbuh, Iqbal. Dia mengatakan, pihaknya mengu­sulkan dan mengupayakan kegiatan ini karena melihat besarnya potensi keindahan alam Gunung Bungsu. “Potensi ini harus dikenalkan hingga mancanegara, saat ini melalui even paralayang,” katanya.

Sebagai daerah yang ter­kenal akan keindahan alamnya, ia ingin ekonomi masyarakat bisa lebih bergairah dengan meman­faatkan potensi yang ada ter­sebut. Meski dalam masa pan­demi Covid-19, ia berharap kegiatan ini berlangsung dengan lancar serta meminta semua peserta dan masyarakat yang hadir dapat disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Gunung Bungsu ini dulunya kerap dikunjungi wisatawan manca­negara, mari kita ulang kembali keja­yaan itu agar juga ber­dampak pada perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Harapan itu disambut baik, Bupati Limapuluh Kota, Safa­ruddin Datuak Bandaro Rajo dan Ketua DPRD Deni Asra, saat pembukaan. Semua sepa­kat, melalui iven-iven paralayang akan menjaring bakat-bakat atlet muda paralayang. Ini akan menjadi aset bagi Limapuluh Kota untuk menuju prestasi Nasional dan Internasional.

Berawal dari keinginan bersama dari diskusi dengan para atlet dan penggiat olahraga paralayang, Nurkhalis Datuak Bijo, menilai perlu iven Festival dan akhirnya diwujudkan ber­sama Dinas Pemuda dan Olah­raga, Provinsi Sumatra Barat dan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lima­puluh Kota. “Semoga iven ini akan menjadi cikal bakal, bang­kitnya olahraga paralayang dan menjadi aset pariwisata minat khusus untuk Sumatera Barat, terutama bagi masyarakat, Taeh­bukik dan Limpuluh Kota,” ucap Nurkhalis.

Sementara pada saat pelak­sanaannya, iven tersebut diikuti sejumlah daerah di Sumatera Barat hingga provinsi tetangga. Spot terbaik, Taeh Bukik di Sumatera Barat ini, akan menjadi salah satu primadona bagi para pilot parasut terbang di Indonesia. Meski sejumlah tempat, seperti Langkisau, Lawang juga menawarkan spot paralayang dengan keistimewaannya, spot yang dimiliki Taehbukik dipuncak Gunung Bungsu ini, setidaknya memiliki dua keistimewaan.

“Selain untuk wisata dengan bentangan alam yang indah, seperti Lembah Harau dan sawah, hingga Kota Payakum­buh, dari tempat ini (Taehbukik, red) jarak terbang yang bisa ditempuh juga bisa sangat jauh hingga ke Kabupaten Sijunjung,” ungkap Dodo Kurdi, pelatih yang juga senior paralayang berusia 71 tahun ini.

Bupati Limapuluh Kota Safa­ruddin mengatakan, festival paralayang juga sejalan dengan program-program pemerintah daerah yang sedang menggali potensi wisata Limapuluh Kota. “Tidak semua daerah memiliki keindahan seperti ini, oleh sebab itu mari kita bersama-sama memajukan daerah melalui pariwisata,” jelasnya. (r)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional