Menu

Festival Bahari Rabab Pasisia Digelar di Mandeh, Muhayatul: Lestarikan Seni Tradisi Jadi Daya Tarik Wisatawan

  Dibaca : 67 kali
Festival Bahari Rabab Pasisia Digelar di Mandeh, Muhayatul: Lestarikan Seni Tradisi Jadi Daya Tarik Wisatawan
MAINKAN RABAB— Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariansyah, dan Anggota DPRD Sumbar, Muhayatul memainkan biola saat pembukaan Festival Bahari Rabab Pasisia di Amphitheater Sungai Nyalo, di Kawasan Wisata Mandeh, Kecamatan Koto Tarusan, Sabtu (7/8)

PESSEL, METRO–Festival Bahari Rabab Pasisia di Amphitheater Sungai Nyalo, di Kawasan Wisata Mandeh, Keca­matan Koto Tarusan, Kabu­paten Pesisir Selatan (Pes­sel), Sabtu (7/8) resmi di­buka.  Acara Festival Ba­hari Rabab Pasisia dibuka secara resmi oleh Guber­nur Sumbar, Mahyeldi An­sharullah. Pembukaan Festival Bahari Rabab Pasisia ditandai dengan mem­bu­nyikan alat musik biola oleh Gubernur Sumbar, Mah­yeldi, Wakil Bupati Pessel, Rudi Hariansyah, dan Ang­gota DPRD Sumbar, Mu­hayatul.

Gubernur Sumbar, Mah­yeldi, mengapresiasi atas terselenggara event Festival Bahari Pesisir Se­latan Rabab Pasisia ini. “Kita patut bangga karena kesenian rabab ini salah satu kesenian khas Kabu­paten Pesisir Selatan, dan tidak ada di tempat lain,” kata Mahyeldi saat mem­buka kegiatan itu.

Menurutnya di masa pandemi seni tradisi se­perti Rabab Pasisia bisa dipoles dan dikemas agar bisa menarik untuk dinik­mati secara daring atau online melalui beberapa platform media sosial.

Dengan demikian calon wisatawan dari seluruh dunia bisa terjangkau. Se­hingga, nanti saat pandemi berakhir mereka berke­inginan untuk datang dan melihat langsung kesenian tersebut.

Pemkab Pesisir Selatan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menso­sialisasikan seni budaya unik lainnya atau spot-spot wisata yang bisa mem­berikan hiburan dan kenya­manan bagi wisatawan. Terutama di Kawasan Wi­sata Terpadu Mandeh. Mah­yeldi pun mencon­tohkan seperti pacu sampan dan lomba jet ski.

Dikatakan, khusus un­tuk pemenang Festival Bahari Rabab Pasisia ini akan diundang ke Istana Gu­bernur untuk mengisi aca­ra Pemprov Sumbar nan­tinya. “Nanti akan kita undang untuk langsung untuk mengisi acara di Gubernuran,” ujarnya.

Sementara itu, Ang­gota DPRD Provinsi Sum­bar, Muhayatul, menye­butkan tujuan digelar event Festival Bahari Rabab Pa­sisia, untuk mengem­bali­kan memori masyarakat akan kesenian rabab yang sudah mulai hilang. Rabab Pasisia pernah merasakan masa jaya pada era 90-an. Saat itu semua kegiatan keramaian seperti kenduri atau sunatan massal pasti menampilkan Rabab Pa­sisia sebagai hiburan untuk para tamu.

Namun saat ini gene­rasi muda mulai lupa de­ngan seni tradisi tersebut. Padahal memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik utama bagi Kabu­paten Pessel untuk me­narik wisatawan datang ke daerah itu. “Kegiatan ini ingin melestarikan kembali seni tradisi yang memiliki daya tarik luar biasa ter­sebut, agar kembali dikenal dan dimainkan oleh gene­rasi muda. Sekaligus se­bagai daya tarik utama menarik wisatawan datang ke Pesisir Selatan,” kata­nya.

Muhayatul mengu­sul­kan kepada Gubernur Sum­bar, agar kesenian rabab dimasukkan sebagai ke­giatan ekstrakurikuler di sekolah mulai dari SD hing­ga SMA. “Tentu ini bagus dikenalkan kepada gene­rasi muda agar kesenian ini tak punah, salah satu­nya de­ngan menjadikan ekstrakuri­kuler di sekolah,” tuturnya.

Untuk diketahui, Festival Bahari Rabab Pasisia akan berlangsung dua hari, Sabtu – Minggu (7-8/8). Kegiatan ini diikuti 20 orang perabab yang merupakan anggota Himpunan Seni­man Babiola.Kegiatan ini untuk mengingatkan ma­syarakat kembali dan lebih memasyarakatkan Rabab sebagi Kebudayaan Dae­rah.

Sementara itu, Wakil Bupati, Rudi Hariansyah, menyampaikan terima ka­sih kepada Gubernur Sum­bar, Mahyeldi dan teristi­mewa kepada Anggota DP­RD Provinsi Sumbar, Muha­yatul yang telah mengalo­kasikan dana pokok pokok pikiran (Pokir) untuk ke­giatan Festival Bahari Ra­bab Pasisia di Pesisir Sela­tan. “Saya harap kola­borasi program antara Pe­me­rin­tah Sumatera Barat dan Kabupaten Pesisir Selatan terus terjalin guna men­dorong upaya membang­kitkan geliat kepariwi­sa­taan dan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Wabup, ke­giatan festival semacam ini sangat efektif untuk menjadi sarana promosi pariwisata, terutama di saat pandemi Covid-19 yang tak kunjung berkesu­dahan ini. “Mari kita viral­kan kegiatan festival di media sosial sehingga dikenal oleh wisatawan dan investor,” ajaknya. Kegiatan ini pun dapat diaksikan se­cara virtual melalui platform media sosial yaitu Instagram, Facebook, Zo­om App dan Youtube.(fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional