Menu

Ferdinand Khawatir Habib Rizieq Mendukung Seseorang di Pilpres 2024

  Dibaca : 492 kali
Ferdinand Khawatir Habib Rizieq Mendukung Seseorang di Pilpres 2024
Delviola Mawaddah 1804078 Prodi S1 Farmasi, Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS)

JAKARTA, METRO–Mantan kader Partai Demokrat Ferdinand Hu­tahaean mengatakan, jika jaksa penuntut umum (J­PU) tidak mengajukan ban­ding atas vonis 8 bulan penjara terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam perkara kerumunan di Pe­tam­buran, bisa membuat situasi politik Indonesia memanas menjelang Pil­pres 2024. Ferdinand me­nyebutkan tidak tertutup kemungkinan Habib Rizieq, yang diperkirakan akan bebas pada bulan Juli 2021, akan lebih bersemangat mendukung seseorang un­tuk merebut kekuasaan lewat Pilpres 2024.

“Agar mereka bisa be­bas melakukan apa yang ingin mereka lakukan. Sa­lah satunya mengubah sis­tem bangsa ini dari negara demokrasi yang berpan­casila ke sistem yang me­reka perjuangkan yaitu khilafah,” kata Ferdinand kepada JPNN.com, Jumat (28/5).

 Namun, mantan juru bicara pasangan calon pre­siden Prabowo-Sandi itu mengatakan, jika JPU tidak mengajukan banding ter­hadap vonis perkara keru­munan Petamburan, masih ada satu perkara lagi yang menunggu eks imam besar FPI itu.  “Rizieq akan bebas dari kasus kerumunan tapi belum dengan kasus kebo­hongan RS UMMI Bogor,” lanjutnya.

Menurut Ferdinand, jak­sa harus mengajukan banding karena vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada Habib Rizieq lebih rendah dari tuntutan jaksa, yang menuntut 2 tahun penjara.  “Dia harus banding karena putusan belum dua per tiga tuntutan,” tutur Ferdinand.

Divonis 8 Bulan Penjara

Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah men­jatuhi vonis delapan bulan untuk Habib Rizieq Shihab di kasus kerumunan yang melanggar kekarantinaan kesehatan. Dengan vonis itu, mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu bisa bebas pada Juli 2021, karena telah men­jalani penahanan sebe­lumnya.

Akademisi Universitas Indonesia Ade Armando menyebut vonis terhadap Habib Rizieq memang tak bisa tinggi.  Sebab, dalam persidangan, Habib Rizieq hanya terbukti melakukan pelanggaran kekaran­ti­naan, sementara perkara penghasutan tidak terbukti.

“Ya kalau cuma pe­lang­garan kerumunan sih memang enggak bisa lama (hu­kuman),” kata Ade ke­pa­da JPNN.com, Jumat (28/5).

Padahal, Ade mengakui kasus kerumunan itu tidak bisa dianggap sepele, ka­rena mengancam banyak nyawa di tengah pandemi Covid-19.  Majelis Hakim PN Jakarta Timur menja­tuhkan vonis 8 bulan pen­jara ke­pada Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam per­kara keru­munan di Petam­buran, Ja­kar­ta Pusat.  Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (J­PU) yang menun­tut agar hakim memvonis Habib Rizieq 2 tahun pen­jara.

Kuasa hukum Habib Ri­zieq, Aziz Yanuar mem­per­ki­rakan, dengan vonis 8 bu­lan penjara dikurangi masa tahanan, kliennya akan be­bas pada bulan Juli 2021.

 Habib Rizieq sudah menjalani masa pena­ha­nan sejak 12 Desember 2020. “Insyallah bebas bu­lan Juli,” kata Aziz Yanuar usai sidang putusan di Pe­ngadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (27/5).(mcr8/cuy/jpnn)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional