Menu

Fenomena Pergeseran Permukaan Tanah bikin Warga Khawatir

  Dibaca : 195 kali
Fenomena Pergeseran Permukaan Tanah bikin Warga Khawatir
SURVEI—Pemnag Koto Rantang bersama BMKG Lapan Koto Taban, melakukan survei ke lokasi fenomena pergeseran permukaan tanah yang terjadi di Koto Rantang, Palupuah, Agam.

AGAM,METRO
Fenomela alam pergeseran permukaan tanah terjadi di Bukik Gurun Solok Raban dan Bukik Gurun Tambaliak, Mudiak Sanok Jorong Sitingkai, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Fenomena alam tersebut membuat masyarakat yang bermukim tersebut sempat resah. Karena takut fenomena alam tersebut bakal berefek terhadap tanah lahan pemukiman masyakaat.

Pj Wali Nagari Koto Rantang, Mai Refni mengatakan, retakan tanah tersebut memiliki sepanjang sekitar 1 km yang melingkari pinggang bukit meliputi sawah dan perkebunan, bahkan satu lintasannya terjadi tidak jauh dari pemukiman warga.

“Kondisi ini cukup membahayakan masyarakat karna sewaktu-waktun bisa terjadi longsor besar,” ujar Mai Refni.

Dijelaskan wali nagari Koto Rantang itu, fenomena alam tersebut sebenarnya  sudah terjadi semenjak tahun 2017 silam. Namun, 3 bulan terakhir pergeseran tersebut semakin terlihat seiring curah hujan tinggi yang sering terjadi di daerah setempat. “Saat ini retakan tersebut sudah turun 1 meter bahkan ada ada yang sudah menganga,” kata Refni.

Untuk Tahap awap ini Pemerintah Nagari Koto Rantang bersama BMKG Lapan Koto Taban sudah melakukan survei awal ke lokasi serta meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Informasi dari BMKG Lapan Koto Taban, daerah ini merupakan jalur retakan permukaan tanah hingga ke Jorong Aia Taganang Kecamatan Matur jadi masyarakat diminta untuk waspada apalagi saat curah hujan tinggi,” tutur Refni.

Saat ini pihaknya sudah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam untuk koordinasi lebih lanjut. (pry)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional