Close

Fauzi Bahar Dorong Cabor  Gelar Musorprovlub KONI Sumbar

Fauzi Bahar.

PADANG, METRO–Ketua Pengprov IPSI Sumbar Fauzi Bahar Dt Nan Sati meng­ungkapkan, lebih kurang sekitar 50 persen lebih cabang olahraga (Cabor) di Sumbar menginginkan digelarnya Musorprovlub KONI Sumbar. Hal ini menyusul kegagalan KONI Sumbar dalam perolehan medali di ajang PON XX Papua 2021.

Tokoh olahraga urang awak, yang juga Ketua Ikatan sarjana olah raga (ISORI) Sumbar ini mendo­rong keinginan petinggi Cabor se-Sumbar untuk melaksanakan mu­syawarah olahraga provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI yang dikomandoi Agus Suardi. “Saya mendorong secepatnya digelar Musorprovlub KONI agar olahraga Sumbar selamat dari kehancuran. Selain itu, cukup banyak ivent yang akan diikuti  patriot olahraga tahun depan,” ujar Ketua IPSI Sumbar,  Sabtu (23/10).

Fauzi Bahar adalah tokoh pertama kali menolak Agus Suardi alias Abien begitu terpilih secara aklamasi sebagai ketua KONI Sumbar. Sebab, ada kejanggalan saat berlangsungnya Musorprovlub yaitu, tidak adanya pembacaan visi dan misi. Padahal, berdasarkan AD/ ART wajib hukumnya peserta mendengar pembacaan visi dan misi calon ketua.Protes keras ke­tua IPSI Sumbar kala itu dianggap angin lalu oleh pimpinan sidang. Palu sudah diketok tanda sidang usai dan Abien dinyatakan sebagai ke­tua KONI.

“Ini dagelan yang dimainkan oleh oknum-oknum tertentu untuk menjadikan putera mahkota gubernur sebagai pemenang,” jelas Ke­tua Harian IPSI Sumbar, Rahmat Watira ketika itu.

Pertentangan cabor IPSI de­ngan kepengurusan KONI terus berlanjut hingga PON XX Papua. Buktinya, saat pesilat Sumbar masuk final tak satu pun orang KONI datang memberikan motivasi. Hasilnya, Winda, pesilat Sumbar berhasil meraih medali emas tanpa kehadiran pengurus KONI. Menurut mantan Walikota Padang dua priode ini, menilai Agus Suardi tidak punya kemampuan me­mim­pin KONI Sumbar. Baik dari segi manajemen mau pun sisi lainnya.

Dikatakan Fauzi, atlet pulang dari medan kejuaraan di zaman Romawi sama statusnya dengan pahlawan pulang dari medan perang. Sebab, atlet dan prajurit dari medan sama sama mengharumkan nama bangsa. Tapi, Ironi dengan atlet yang tergabung dalam konti­ngen Sumbar di medan laga PON XX Papua tahun 2021, jerih payahnya seakan tak dihargai. Seakan -akan kontingen PON Sumbar tidak memiliki orang tua, yang menga­yomi dan membimbing dan memotivasi. (boy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top