Close

Fauzi Bahar Buka Diksar Menwa Maharuyung se-Sumbar, “Banyak Menteri dan Kepala Daerah Alumnus Menwa”

SEMATKAN TANDA PESERTA— Fauzi Bahar menyematkan tanda siswa peserta Diksar Diksar Menwa Maharuyung se-Sumbar.

SUNGAI PISANG, METRO
Menwa UIN Imam Bonjol Padang Batalyon 103 Mahasakti memperoleh terbaik 1 dalam Pendidikan Dasar Resimen Mahasiswa se-Sumbar. Kegiatan ini diikuti 17 Perguruan Tinggi yang dilaksanakan dari 12 – 29 Maret lalu di Markas Yonmarhanlan II Padang (Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan II) Sungai Pisang.

Tujuan dari kegiatan pendidikan dasar  (diksar) ini adalah mempersiapkan mahasiswa yang memiliki pengetahuan, sikap disiplin, fisik dan mental serta berwawasan kebangsaan agar mampu melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Selain itu juga menanamkan dasar-dasar kepemimpinan dengan tetap mengacu pada tujuan pendidikan nasional. Pendidikan dasar juga dijadikan sebagai wadah penyaluran potensi mahasiswa dalam rangka mewujudkan hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara.

Komandan Batalyon 103 Mahasakti UIN Imam Bonjol Padang, Alwan Muhammad sangat puas dengan hasil yang diperoleh peserta diksar dari UIN Imam Bonjol. “Hasil terbaik 1 yang diperoleh anggota menwa batalyon 103 Mahasakti UIN Imam Bonjol merupakan kebanggaan kita, karena prestasi ini sudah lama tidak diperoleh, ini juga menunjukkan eksistensi menwa UIN Imam Bonjol di Sumbar,” ucapnya.

Alwan juga berharap anggota yang mengikuti diksar dapat mengaplikasikan ilmu ilmu yang telah didapatkan selama pendidikan dan berguna bagi corps, universitas, negara, bangsa dan agama.

Apresiasi juga disampaikan Pembina PKM Menwa UIN Imam Bonjol Padang Mardius atas keberhasilan peserta diksar dari UIN Imam Bonjol Padang. “Kami berharap semoga ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dan pedidikan, dapat diterapkan di kampus UIN Imam Bonjol, terkhusus untuk mewujudkan visi dan misi Batalyon 103 Mahasakti UIN Imam Bonjol Padang,” katanya.

Sementara itu, Fauzi Bahar selaku Inspektur Upacara pada pembukaan Diksar Menwa mengatakan,  dirinya menyemangati para calon menwa untuk mengambil pelajaran jiwa kepemimpinan pada diksar Menwa.

“Kalau mau jadi kepala daerah ambil ilmu kepemimpinan lewat Menwa. Sesuai dengan lambang Menwa,  Senapan dan Bulu Ayam/Pulpen yang mengandung makna mengambarkan bahwa Menwa mampu bertempur dan berperang secara fisik dan otak atau pikiran,” kata mantan Wali Kota Padang dua priode itu.

Fauzi Bahar yang juga Purnawirawan Angkatan Laut menegaskan banyak sekali para menteri maupun kepala daerah  berasal dari Alumnus Menwa.

“Jadi adik-adik harus  bangga bahagian dari Menwa. Di sini kalian dapatkan dasar-dasr kemimpinan serta disiplin tinggi. Maka dari itu aplikasikanlah ilmu ilmu yang  didapatkan nantinya, agar berguna untuk pendidikan dan corps, universitas, negara, bangsa dan agama,” pungkasnya  usai  menyematkan tanda siswa pada peserta Diksar tsb yg diikuti Oleh Penguruan Tinggi Se-sumbar. (hen)

1 Comment

  1. Saya dulu ikut latihan militer mahasiswa UI yg bernama Walawa (wajib latih mahasiswa) tahun 1968…. Di FSUI Rawamangun Jkt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment
scroll to top