Menu

Fatimah Tewas Masuk Sumur

  Dibaca : 485 kali
Fatimah Tewas Masuk Sumur
KONFERENSI PERS— Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar, Anwarudin Sulistiyono saat konferensi pers terkait penyidikan kasus penyimpangan pembayaran ganti rugi lahan pembangunan jalan tol Padang-Sicincin.
Sumur keruh

ilustrasi

PADANGPARIAMAN, METRO–Nasib tragis dialami Fatimah (60). Perempuan tua yang merupakan warga Sunur Ulakan Tapakis, Padangpariaman itu ditemukan sudah tak bernyawa di dalam sumur rumahnya, Kamis (29/10) sore. Tak ada yang tahu pasti, kenapa Fatimah yang hidup sendirian bisa masuk ke dalam sumur dan tewas di sana.

Penemuan jasad Fatimah sekitar pukul 18.00 WIB di dalam sumur, sontak menghebohkan warga Sunur. Warga yang tak menduga perempuan tua itu akan tewas dengan cara tak lazim, berbondong-bondong ke rumah duka, untuk memastikan informasi yang mereka benar. ”Saya tak bisa berkata-kata. Ini mengejutkan,” ungkap Rika Mulyani (35), orang pertama yang menemukan jasad perempuan tua yang seluruh anaknya berada di Pekanbaru itu.

Dijelaskan Rika, penemuan mayat itu berawal saat dirinya tak melihat korban seharian. Merasa curiga, Rika yang memang masih berhubungan keluarga dengan korban, lalu melakukan pencarian. Pintu rumah diketuk, namun tak ada jawaban. Kian penasaran, Rika lalu masuk ke dalam rumah. “Sudah saya cari-cari tak ketemu di seluruh sudut rumah. Padahal, setiap sore, dia pasti selalu ada di rumah,” kata Rika.

Perasaan Rika yang ngontrak di rumah Fatimah mulai tak enak. Lalu, dia melihat ke dapur, namun tak ada juga. Iseng-iseng, Rika lalu melihat ke dalam sumur yang memang tak terlalu dalam. Ketika itulah, Rika terkejut. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Sebab, di dalam sumur dia melihat samar tubuh orang.

Takut, Rika lalu memanggil Muin, warga lainnya. Untuk memastikan penglihatannya, Rika dan Muin lalu mengambil bambu panjang, yang dimasukkan ke sumur. ”Sewaktu tersentuh bambu, tubuh itu goyang. Sewaktu itulah kami memastikan kalau itu tubuh ibu,” ungkap Rika.

Melihat kondisi demikian Muin langsung memberitahukan kepada masyarakat setempat dan polisi. Akibatnya, warga buncah, karena menemukan korban tewas dalam sumur.

Kapolsek Nan Sabaris AKP Gunawan Wibisono mengakui kasus tersebut. Warga langsung melakukan evakuasi dan membawa jasad ke Puskesmas. ”Jasad korban telah diambil visum oleh dokter dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan,” ungkap Kapolsek.

Meski begitu, katanya, penyidiknya masih melakukan pemeriksaan, diduga korban pusing saat beraktivitas di kamar mandi dan jatuh kedalam kamar mandi. Korban tinggal sendirian dalam rumah dan kelima anak korban sedang berada di Jakarta dan Pekanbaru.

Katanya, korban baru enam bulan di kampung sebelumnya tinggal bersama salah seorang anaknya di Pekanbaru, Riau. ”Kita telah memeriksa saksi-saksi untuk proses lebih jauh. Korban usai dievakuasi dari sumur langsung diambil visumnya,” katanya.

Setelah itu, jasad korban dimakamkan di pekuburan kaumnya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga korban Jusmaniar (55), mereka ikhlas dengan musibah yang menimpa saudaranya setelah hasil visum tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan.

”Dari keterangan keluarga diketahui korban menderita penyakit diabetes. Korban dimakamkan Jumat siang. Sampai sekarang kita telah memeriksa tiga orang saksi untuk proses lebih jauh kasus korban tewas dalam sumur ini,” ucapnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional