Close

Fashion Week ala Busana Adat di Jam Gadang, Hendry: Miliki Nilai Positif Perkenalkan Adat dan Budaya Lokal

PERAGAAN BUSANA— Sejumlah model peraga hadir dalam kegiatan peragaan busana pada acara Jam Gadang Fashion Week beberapa waktu yang lalu.

BUKITTINGGI, METRO–Pemerintah Kota Bukittinggi, memberikan pendapat dan saran kepada generasi muda daerah itu yang telah memulai kegiatan peragaan busana bertema “Jam Gadang Fashion Week”.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi, Hendry di Bukittinggi, Kamis (28/7) mengatakan, kegiatan berekspresi kawula muda ini memiliki nilai positif dari sisi memperkenalkan adat dan budaya lokal.

”Anak muda bereksp­resi dengan menggunakan pakaian adat di kawasan Jam Gadang jika dilihat dari sisi kepariwisataan merupakan suatu upaya untuk memperkenalkan keunikan pakaian adat kita kepada wisat­awan,” katanya.

Ia meminta penyelenggara kegiatan yang menjadi perhatian besar pengunjung Jam Gadang beberapa waktu lalu itu diselenggarakan di lokasi yang tidak mengganggu kepentingan umum.

”Harapan kita dapat dilaksanakan di kawasan Jam Gadang saja dengan meminta izin ke Disparpora untuk memanfaatkan pelataran tersebut, sebaiknya tidak menggunakan fasilitas umum seperti jalan raya,” katanya.

Menurutnya, Pemkot Bukittinggi belum mewa­canakan kegiatan yang mendadak viral tersebut di kalangan generasi muda daerah setempat.

”Sampai saat ini program kita untuk itu belum ada namun wacana seperti itu sudah mulai didengungkan oleh para generasi muda kita,” ujarnya.

”Jam Gadang Fashion Week” berawal dari kreatifitas beberapa anak muda yang disinyalir terinspirasi dari hebohnya kegiatan peragaan busana di jalanan yang bermula di Citayem Fashion Week (CFW), Jakarta.

Berbeda dengan CFW, kreativitas anak muda Kota Bukittinggi itu dibalut dengan pameran busana bernuansa adat dan budaya Minangkabau yang diadakan di jalur penyeberangan jalan Pasar Atas di lokasi Taman Jam Gadang.

Menurut Kepala Kominfo Kota Bukittinggi, Erwin Umar, kegiatan pameran busana adat di Taman Jam Gadang sebelumnya juga pernah diselenggarakan pada 2019.

”Jadi mari kita teruskan tradisi yang mengakar budaya dan jangan latah dengan tren baru yang sebenarnya sudah pernah dilakukan, tempatnya di pelataran Jam Gadang, bukan di Zebra Croos,” kata dia.

Pihak kepolisian setempat sebelumnya juga telah memberikan imbauan dan saran agar kegiatan serupa dialihkan ke halaman Taman Jam Gadang agar tidak mengganggu pengguna jalan raya. (pry)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top