Close

Fadly Amran: Pekerja Rentan bakal Ditanggung BPJS Ketenagakerjaan

KEGIATAN—Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano saat kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Minggu (20/11)

PADANG PANJANG, METRO–Setelah Kota Padang Panjang mencapai Universal Health Cove­rage (UHC), seluruh masyarakat terjamin layanan BPJS Kesehatan, kini Pemko menyasar pekerja ren­tan dengan risiko tinggi untuk mendapatkan jaminan BPJS Ketena­ga­kerjaan.

“Kalau ada tetangga bekerja sebagai tukang bangunan, tukang las, yang memiliki risiko kerja tinggi, itu Insyaa Allah ditanggung pe­merintah,” ujar Wali Kota, H. Fadly Amran, BBA Datuak Paduko Malano saat kegiatan Subuh Mubarakah di Masjid Nurul Amri, Kelurahan Balai-Balai, Kecamatan Padang Panjang Barat (PPB), Minggu (20/11).

Lewat BPJS Ketenagakerjaan ini, lanjut Wako Fadly, pekerja rentan yang mengalami kecelakaan kerja ada jaminan sosial yang didapat.  “Kita berharap, para pekerja yang mencari nafkah untuk keluarganya ini selalu dalam perlindungan Allah SWT. Tapi kalau mendapatkan musibah kecelakaan dan meninggal dunia maka ada yang ditinggalkan untuk keluarganya,” sebut Fadly seraya menjelaskan bila anaknya masih bersekolah ditanggung biaya sampai tamat kuliah.

Di samping itu, Fadly me­nyam­paikan adanya anggaran hingga Rp800 juta dari Pemko guna biaya penanggulangan dampak cuaca angin kencang, hujan badai yang dialami masyarakat saat ini.  “Kita telah menyalurkan bantuan atap seng untuk rumah yang terkena. Kalau ada saudara yang terdampak bisa disampaikan kepada lu­rah­nya,” ujar Fadly.

Dari lurah nanti akan disam­paikan kepada BPBD Kesbangpol. Lalu segera diberikan bantuan serta uang tunai untuk makan minum dari Dinas Sosial, Pengen­dalian Penduduk, Keluarga Beren­cana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPP­KBPPPA).

Kemudian, Fadly juga men­jelaskan terkait Dana Insentif Daerah (DID) yang didapatkan Padang Panjang. Berkat kerja sama Pemko dan masyarakat terkait penanganan Covid-19, Inflasi, dan penyerapan anggaran yang baik, dana Rp8,9 miliar didapat dari Pemerintah Pusat.

Dana ini nantinya bakal di­alokasikan untuk BLT BBM bagi KK yang terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sub­sidi BBM untuk angkot, ojek dan bantuan bibit tanam cabai untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) dan masyarakat yang berminat. “Ka­rena penyebab inflasi di Padang Panjang salah satunya disebabkan karena har­ga cabai,” tuturnya.

Sementara itu, Subuh Mu­ba­rakah di Masjid Nurul Amri me­ngundang penceramah Ustaz Al­bert Nashir, S.Pd MM. Dalam tau­siyahnya mengajak untuk ber­takwa, menyiapkan diri untuk hari esok dan bersedekah.

Tampak hadir, Kepala Ke­me­nang, Drs. H. Alizar, M.Ag, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Zulkifli, S.H, Camat PPB, Fiori Agustian, S.IP dan pejabat terkait lainnya. (rmd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top