Close

Evaluasi Perubahan APBD 2022 Kota Padang, Gubernur Sumbar Beri Catatan Khusus

RAPAT KERJA— Ketua DPRD Padang Syafrial Kani memimpin rapat kerja membahas hasil evaluasi guberur Sumatera Barat terhadap Perubahan APBD Kota Padang Tahun Anggaran 2022, Senin (24/10) bersama Pemko Padang.

SAWAHAN, METRO–Pemko Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Da­erah (DPRD) Kota Padang me­lakukan rapat kerja membahas hasil evaluasi guberur Suma­tera Barat terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan dan Be­lanja Daerah (P-APBD) Kota Pa­dang Tahun Anggaran 2022, Senin (24/10).

“Rapat kerja yang kita laku­kan dengan pembo Padang me­rupakan tindak lanjut pem­bahasan APBD-P Kota Pa­dang Tahun 2022. Yang dibahas eva­luasi guber­nur,” ungkap Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani.

Ia mengatakan, keputusan Gubernur Sumbar, mengamanatkan kepada Wali Kota dan DPRD untuk segera melakukan pe­nyem­­purnaan dan penyesuaian Perumbahan APBD 2022. “Secara umum, su­dah sesuai dengan keputusan Gubernur Sumbar, mes­­ki masih ada beberapa catatan khusus yang ha­rus kita tindaklanjuti,” ung­ka­pnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Arnedi Yarmen menambahkan, terkait evaluasi gubernur tersebut, ada beberapa yang menjadi catatan dan harus dilakukan pembahasan agar tidak menuai persoalan hukum. Kemudian, penyesuaian dengan program nasional dan provinsi.

“Jangan sampai program daerah tidak mendukung program nasional dan provinsi, atau apa yang kami lakukan menyalahi hukum,” terangnya.

Pertama yang menjadi pembahasan adalah soal aturan. Seperti diketahui, lanjutnya,  dalam penetapan P-APBD, Kota Padang yang paling terakhir. “Jangan sampai penetapan yang dilakukan menyalahi target waktu secara aturan,” ungkapnya.

Kemudian, soal penekanan inflasi. Seperti diketahui, lanjutnya, daerah di seluruh Indonesia diminta untuk melakukan optimalisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk mengendalikan inflasi.

Menteri Dalam Negeri elah menerbitkan Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 500/4825/SJ tentang Penggunaan Belanja Tak Terduga dalam rangka pe­ngendalian inflasi di daerah.

Gubernur, Bupati, Wali Kota diminta optimalisasi dengan menjaga keterjangkauan harga, daya beli masyarakat, kelancaran distribusi dan transportasi, kestabilan harga pangan, ketersediaan bahan pangan terutama dengan kerja sama antar daerah.

Kemudian, soal pencapaian program pusat, salah satu tugas daerah adalah mendukung program presiden dan program gubernur. Secara angaka- angka, menurutnya, tidak ada koreksi dari Gubernur, hanya saja perlu dilakukan pegontrolan terhadap aanggaran belanja dan target pendapatan daerah.

Sebelumnya, DPRD Ko­ta Padang diberikan apresia­si oleh Wali Kota Padang Hendri Septa atas disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Padang Tahun Anggaran (TA) 2022.

Sebanyak 6 fraksi DPRD Kota Padang melalui juru bi­caranya menyetujui Ran­­cangan Peraturan Da­erah (Ranperda) APBD-P TA 2022 menjadi Perda No.15 Tahun 2022 tentang Persetujuan APBD-P TA 2022.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Pa­dang terkait Penyampaian Akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kota Padang di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD setempat, Jumat (30/9) malam.

“Alhamdulillah, Perubahan APBD  Kota Padang 2022 telah kita sepakati bersama sesuai ketentuan dan waktu yang telah ditentukan. Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami tentu mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ucap wako. (ade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top