Menu

Erwin Yunaz Apresiasi Semangat Kurban Masyarakat Payakumbuh

  Dibaca : 249 kali
Erwin Yunaz Apresiasi Semangat Kurban Masyarakat Payakumbuh
PENYEMBELIHAN DI RPH— Wawako Erwin Yunaz menyaksikan penyembelihan sapi kurban di RPH Payakumbuh.

SUDIRMAN, METRO–Wakil Wali Kota Paya­kumbuh, H Erwin Yunaz me­nyampaikan apresiasi ke­pada panitia kurban di Paya­kumbuh yang telah sukses dan penuh inovasi dalam melaksanakan iven keaga­maan setahun sekali itu. “Luar biasa semangat ma­syarakat kita berkurban wa­lau dalam terpaan badai pandemi sekalipun, memang beribadah ini kita mencari berkah dari Allah SWT di­mana yang berkurban men­dapatkan pahala, yang me­nerima daging kurban pun mendapatkan kebahagiaan menyantap daging kurban bersama keluarga mereka, ada yang membuat sate, dendeng, sup, pastinya juga randang dong,” kata Erwin Yunaz mantap saat ditemui media di rumah dinasnya, Rabu (21/7) malam.

Selain itu, apresiasi lain­nya disampaikan orang no­mor dua di Kota Payakumbuh itu adalah dengan mening­katnya angka sem­belih sapi jantan. Serta di beberapa tempat, panitia kurban juga telah berangsur-angsur be­ralih ke metode pemotongan modern, yakni dengan me­makai restraining box atau alat peroboh sapi yang ter­buat dari kayu mau­pun besi.

“Selama ini, restraining box ini hanya digunakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Di tingkat masyarakat belum banyak pe­nyeleng­gara penyembelihan hewan kurban yang memilikinya. Kita berharap kurban tahun depan seluruh pelaksanan kurban sudah memakai ini, manfaatnya banyak dan prak­tis,” kata Erwin.

Dia juga menyampaikan rasa salut dengan penye­lenggara kurban di Sungai Durian Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina) yang membuat restraining box dari kayu, mereka menamai­nya “box star”, biaya pem­buatannya lebih murah dari material besi. Inovasi ini bisa dicontoh oleh penyelenggara kurban lainnya bila masih terkendala dengan keterse­diaan dana.”Saya baca di berita, mereka member­da­yakan tukang kayu lokal, ini merupakan bentuk kerja­sama yang baik,” kata Erwin.

“Saya juga men­da­pat­kan informasi kalau pelak­sa­naan kurban di salah satu kelu­rahan, yakni di Su­ba­rang Batuang Kecamatan Paya­kumbuh Barat yang juga sudah memakai restraining box dari besi,” tambahnya.

“Penyelenggaraan kur­ban juga harus memper­hatikan aspek bagaimana pengolahan daging saat pro­ses penyembelihan hingga sampai ke tangan penerima, jangan sampai hal-hal pen­ting itu luput dari perhatian kita, semoga semangat kita dalam beribadah terus ber­gelora,” pungkasnya. (uus)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional