Menu

Era Tatanan Normal Baru, Susun Protap untuk Kemajuan Ekonomi Masyarakat

  Dibaca : 129 kali
Era Tatanan Normal Baru, Susun Protap untuk Kemajuan Ekonomi Masyarakat
PANEN JAGUNG— Wali Kota Pariaman H Genius Umar saat menghadiri panen jagung.

Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan strategi pemetaan covid-19 sampai cara membangkitkan perekonomian masyarakat dalam daerahnya khususnya bidang pariwisata hingga kini telah diterapkan.

”Selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sebelum PSBB, kita ada satu yang positif kemudian dua minggu kemudian telah negatif. Dalam masa PSBB itu, tidak ada tambahan positif kita, jadi semua negatif. Sampai sekarang Pariaman telah masuk zona hijau karena telah msuk pada masa new normal,” kata H Genius Umar, kemarin.

Pemko telah membuat protap new normal di bidang pariwisata, kemudian bagaimana di pasar protap new normalnya, kemudian bagaimana di sekolah protokol new normalnya telah kita buat. ”Kemudian kita sosialisasikan ke masyarakat,” katanya.

Dikatakan, pada masa new normal ini, sembilan perbatasan telah dibuka, tetapi posko dipindahkan ke posko utama Balaikota Pariaman. Kemudian posko di pasar di dua titik, kemudian posko di tempat pariwisata.

Kemudian, untuk masa new normal, tempat pariwisata ini, dibuat protap atau standar bakunya.

Yaitu, pas mau masuk ke gerbang kita tentukan titiknya ada dua gerbang untuk wisata pantai Pariaman. Yaitu, gerbang Pantai Gandoriah dan Pantai Kata. Ini adalah destinasi utama Kota Pariaman. Di pantai ini banyak taman-taman kota dengan konsep waterfront dan juga depannya ada pulau-pulau kecil segala macam.

Nah, tempat wisata Kota Pariaman ini merupakan tujuan utama dari warga Pariaman untuk menikmati pesisir dan juga warga Pekanbaru untuk menikmati pesisir.

Dan namun juga kebu-tuhan masyarakat terhadap pariwisata yang telah menjadi kebutuhan pokok itu juga terganggu, sehingga membuka pariwisata kembali tapi dengan konsep new normal.

”Artinya adalah, kita tetap waspada dengan virus corona ini, tetapi di sisi lain ekonomi kita harus berjalan. Saya ulangi kembali, kita masuk ke tempat wisata, ada pemeriksaan, diperiksa dengan thermogun, kemudian petugas memeriksa, kemudian ada cuci tangannya dan ada karcis masuk,” ujarnya.

Kalau hari biasa rata-rata sampai Rp2.000 sampai Rp3.000 per hari dan hari libur seperti Sabtu dan Minggu bisa mencapai 10.000 per harinya. ”Nah, saya pikir ini sudah mulai tumbuh kembali,” tandasnya. (efa)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional