Menu

Epyardi Asda Tak Hadir Mediasi di Polda Sumbar, Mantan Bupati Solok: Memberikan Contoh yang Tidak Baik

  Dibaca : 208 kali
Epyardi Asda Tak Hadir Mediasi di Polda Sumbar, Mantan Bupati Solok: Memberikan Contoh yang Tidak Baik
Syamsu Rahim Mantan Bupati Solok.

SOLOK, METRO–Mantan Bupati Solok Syamsu Rahim angkat bi­cara soal tidak hadirnya Bupati Solok, Epyardi Asda dalam pertemuan me­diasi, di Polda Sum­bar yang su­­­dah dijad­wal­kan pada Sela­sa 8 September 2021. Me­nurut Syam­su Ra­him, apa yang dilakukan Epyardi tersebut tidaklah pantas sebagai seorang bupati.

“Seharusnya sebagai Kepala Daerah, saudara Bupati hadir dalam per­temuan mediasi tersebut. Itukan mediasi baik, agar kedua belah pihak berte­mu. Seharusny Epyardi menghargai aparat Ke­polisian,” ujar Syamsu Ra­him ketika diwawancara awak media, Selasa 7 September 2021.

Menurut Syamsu Ra­him, Epyardi Asda harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, khususnya daerah yang ia pimpin yakni Kabupaten Solok. Bagaimana menjadi warga negara yang baik, jika beliau tidak mem­beri­kan contoh yang tidak baik juga kepada masyarakat.

“Masak iya, Epyardi terpancing dengan omo­ngannya Dodi Hendra. Ga­ra-gara statemen pintu maaf sudah tertutup, lalu dirinya tidak hadir. Hal ini membuat dirinya kecil di­ha­dapan masyarakat. Se­harusnya dia datang dan menghargai proses hukum. Tidak datangnya dia sama juga tidak menghormati institusi atau lembaga la­in,” kata Syamsu Rahim.

Syamsu Rahim ber­ha­rap, persoalan antara Ke­tua DPRD Kabupaten Solok dan Bupati ini dapat segera terselesaikan. Karena, ma­syarakat saat ini sedang me­nunggu kepastian hukum.

“Semoga ini dapat ce­pat selesai. Agar eksekutif dan legislatif dapat segera be­kerja. Sudah cukup kita dipertontonkan dengan insiden 18 Agustus yang lalu. Sekarang, dengan ti­dak hadirnya Bupati, per­soalan semakin panjang dan berlarut-larut” ujarnya.

Polda Sumbar melaku­kan mediasiterkait laporan Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra kepada Bupati Solok Epyardi Asda atas dugaan pencemaran nama baik dan pelang­garan Undang-Undang In­formasi dan Transaksi Elek­tronik (ITE).

Namun, agenda me­diasi yang dilakukan oleh Polda Sumbar ini tidak terjadi karena pihak terla­por Bupati Solok Epyardi Asda tidak hadir dalam agenda ini. Yang hadir hanya pelapor yakni Ketua DPRD Solok Dodi Hendra.

Tampak, Dodi Hendra hadir bersama dengan Sek­retaris DPD Gerindra Sumbar, Eviyandri Rajo Budiman dan pengacara dari Dodi Hendra, Yuta Pratama mendatangi Polda Sumbar dalam mengikuti proses mediasi di Subdit 5, Cyber Direkrimsus Polda Sumbar, Selasa 07 September 2021.

Seperti diketahui, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra melaporkan Bupati Solok Epyardi Asda ke Direktorat Kriminal Khu­sus (Ditreskrimsus) Pol­da Sumbar terkait du­gaan tindak pidana UU ITE dan pencemaran nama baik pada Jumat sore (9/7).

Dodi Hendra melapor lantaran merasa tidak teri­ma atas postingan Epyardi Asda  di salah satu grup WhatsApp (WA). Namun, belum diketahui isi lengkap postingan yang disebarkan di grup WA tersebut.

“Yang bersangkutan menyebarkan sebuah pos­tingan di grup WA Tukang Ota Paten Top 100 yang isinya menyinggung nama saya pribadi dan orang lain,” kata kata Dodi Hen­dra saat dijumpai di Ma­polda Sumbar.

Terkait pelaporan yang dilakukan dirinya ke Polda Sumbar terhadap Bupati Solok, Dodi Hendra meng­ungkapkan, yang dilapor­kannya khusus menyang­kut nama pribadinya

“Postingan itu disebar hari jumat tanggal 2 Juli 2021 dan saya baru tahu setelah dua hari postingan itu disebar karena banyak yang nelpon ke saya,” ung­kap Dodi Hendra.

Ditambahkan Dodi Hen­dra, atas postingan itu, ke­luarganya menjadi down dan mentalnya menjadi tidak bagus. Namun, tekait bentuk pencemaran nama baik, Do­di Hendra belum bisa men­jelaskannya seca­ra rinci.

“Untuk lebih spesi­fik­nya sama pengacara saya saja. Yang penting saya ingin menyampaikan, saya sela­lu dizalimi, banyak hal, saya juga dikriminalisasi, berma­cam-macam cara dia. Hari inilah saatnya saya bicara,” ungkap Dodi. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional