Menu

Enam Wanita dan Dua Anak Anak, Lapas Klas II B Pariaman Bebaskan 75 Warga Binaan

  Dibaca : 216 kali
Enam Wanita dan Dua Anak Anak, Lapas Klas II B Pariaman Bebaskan 75 Warga Binaan
MENUNGGU—Puluhan warga binaan LP Klas II B Pariaman bersuka ria menunggu pembebasan.

PARIAMAN, METRO
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Pariaman, membebaskan warga binaannya untuk menjalani asimilasi di rumah. Diantara sebanyak 75 orang terdiri dari 67 orang laki-laki dan 6 orang wanita dan 2 orang anak-anak.

Kepala Lapas Klas llB Pariaman, Eddy Junaedi mengatakan, sebelumnya direncakan ada 97 warga binaan yang akan mendapatkan Asimilasi, namun setelah turun peraturan pelaksanaannya sehingga menyusut menjadi 75 orang.

Ia mengatakan, pembebasan itu sebagaimana Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kepmenkumham) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020, yang dikeluarkan oleh Kemenkumham, tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

“Disana menyatakan warga binaan yang mendapatkan Asimilasi itu mereka yang 2/3 masa pidana sampai dengan 31 Desember 2020. Sehingga dari itu terdata di Lapas Klas IIB Pariaman ada 97 orang warga binaan yang mendapatkannya,” ujarnya.

Namun kata Eddy, setelah turun Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham), yang menyatakan bahwa warga binaan yang mendapatkan Asimilasi tersebut, mereka yang 2/3 masa pidana sampai dengan 31 Desember 2020 dan sudah menjalani 1/2 masa pidana. “Maka dari 97 warga binaan yang direncanakan menyusut menjadi 75 orang,” ujarnya.

Ia menyebutkan, 75 orang warga binaan itu, 19 orang terkait kasus narkotika dan 56 orang pidana lainnya. “Jadi asimilasi adalah upaya pencegahan dan penyelamatan narapidana dari penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Sebelumnya ujar Eddy Junaedi, untuk mengurangi risiko tertular virus corona di dalam tahanan, pemerintah membebaskan ribuan narapidana. Tapi para pengamat mengatakan sumber masalahnya adalah rumah tahanan yang melebihi kapasitas dan masalah ini tak pernah terselesaikan.

Sehari setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan status Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemarin Kementerian Hukum dan HAM mengeluarkan Peraturan Menkumham Nomor 10 tahun 2010 dan Keputusan Kemenkumham No.19/PK/01/04/2020 untuk mengeluarkan sejumlah narapidana. Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly memperkirakan akan ada 30.000 sampai 35.000 narapidana dewasa dan anak yang akan dibebaskan. “Untuk itu perintah tersebut sudah kita jalankan” sebut Eddy Junaedi. (z)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional