Menu

Empat Wakil Rektor UNP Periode 2020-2024 Resmi Dilantik, Prof Ganefri Tekankan 4 Kunci Sukseskan Rencana Strategis Pengembangan Kampus

  Dibaca : 360 kali
Empat Wakil Rektor UNP Periode 2020-2024 Resmi Dilantik, Prof Ganefri Tekankan 4 Kunci Sukseskan Rencana Strategis Pengembangan Kampus
Rektor UNP Prof Ganefri, Ph.D bersama Wakil Rektor I, II, III dan IV yang baru dilantik.

Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Prof. Ganefri, Ph.D, melantik empat Wakil Rektor untuk periode 2020-2024 di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang, Jumat (3/7). Pelantikan tersebut dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan pandemi Covid-19 yang dihadiri pimpinan dan anggota Senat, Dekan Fakultas dan Ketua Jurusan.

Empat Wakil Rektor yang dilantik adalah Wakil Rektor I, Dr. Refnaldi, S.Pd, M.Litt menggantikan Dr. Yunia Wardi. Refnaldi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan (WD 1) FBS UNP. Berikutnya posisi Wakil Rektor II tetap dijabat oleh Ir. Syahril, ST, MT, Ph.D.

Sedangkan untuk posisi Wakil Rekror III Hendra Syarifuddin, M.Si, Ph.D yang merupakan Mantan Wakil Dekan 3 FMIPA UNP menggantikan Prof Ardipal. Sementara, untuk posisi Wakil Rektor IV diisi oleh Prof Dr. Yasri, MS. Mantan Dekan Fakiltss Ekonomi UNP menggantikan Prof Syahrial.

Rektor UNP, Prof Ganefri mengatakan, Wakil Rektor yang dilantik harus memahami rencana strategis (renstra) pengembangan UNP 2020-2024, karena ini menjadi acuan dan pedoman bagi semua pejabat di lingkungan UNP untuk mengejar target-target yang sudah ditetapkan dalam renstra.

“Pekerjaan ini harus terukur. Jadi, per-triwulan kita melakukan evaluasi terhadap kinerja dari masing-masing capaian Wakil Rektor. Mereka juga punya perjanjian kerja dengan Rektor. Evaluasi itu untuk mencari apa saja kendala dalam mencapai renstra,” kata Ganefri usai usai melantik dan serah terima jabatan Wakil Rektor I, II, III dan IV periode 2020-2024.

Dijelaskan Ganefri, untuk empat tahun ke depan, sudah dirumuskan renstra pengembangan UNP yang sudah di selaraskan dengan program pengembangan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Karena itu seluruh pimpinan dan dosen untuk dapat melaksanakan sebaik sebaiknya.

“Ada empat fokus kita untuk menopang renstra yang telah ditetapkan dan yang harus dilaksanakan. Pertama, memperkuat kualitas internal dengan mengembangkan pembelajaran yang modern dan kreatif. Kondisi saat ini kita sudah sangat tergantung dengan teknologi untuk mengembangkan universitas ini,” ujar Ganefri.

Untuk itu, Ganefri mengarapkan, di tatanan akademik, Wakil Rekror I merancang pembelajaran yang modern dan kreatif yang tetap bisa memenuhi standar kompetensi yang harus dikuasai peserta didik, bukan hanya dalam bidang pendidikan, tapi juga dalam riset dan dedikasi.

“Kedua, universitas dituntut untuk terus melakukan inovasi terhadap berbagai kebijakan dan tata kelola yang ada di UNP. Inovasi harus dijadikan budaya untuk merangsang mulai dari mahasiswa, sampai kepada dosen, harus memikirkan sesuatu yang baru. Saya berharap mulai dari jajaran civitas akademika, pola pikir dan strategi yang dikembangkan dengan inovasi. Karena Inovasi merupakan pakain kita semua, yang bisa membawa kemajuan bagi UNP,” jelas Ganefri.

Ditambahkan Ganefri, ketiga yang harus dikerjakan dan dijalanakan adalah menjaga marwah institusi, marwan negara dan bangsa ini yang harus menjadi tanggung jawab semua. Untuk institusi, bagaimana harus memperkuat, bagaimana pandangan dunia internasional kepada UNP semakin lebih baik.

“Kita tidak bisa bicara hanya regional, atau nasional saja, tapi kita harus melangkah ke Internasional. Mari kita semua, bahu membahu dengan komitmen yang tinggi dan dukungan seluruh civitas akademika untuk menjaga marwah UNP di dunia internasional,” ujar Ganefri.

Keempat, ditegaskan Ganefri, pihaknya ingin menjadikan kampus ini kampus intelegensi atau kampus cerdas. Semua layanan dan proses yang dilakukan di UNP harus digitalisasi. Ini sangat penting. Karena tidak dapat dipungkiri, teknologi yang bisa membawa kita busa membawa kita perubahan yang lebih cepat. Kalau tidak bisa memanfaatkan tekonologi secara optimal, maka pasti akan tertinggal.

“Ini yang harus kita tanamkan kepada kawan-kawan untuk memikirkan digitalisasi. Semua aktifitas kita coba semua layanan secara digital. Walau masih ada hambatan-hambatan, kita harus berbuat, dimana kendala yang dihadapi. Karena dari insfrastruktur dan sumber daya kita sangat cukup kuat untuk mewujudkan kampus UNP yang cerdas ,” pungkas Ganefri. (rgr)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional