Close

Embat Motor di Parkiran Bimbel Arka Trans Psikologi, 2 Sekawan Dihadiahi Timah Panas

PENCURI DITEMBAK— Dua pelaku berinisial YOP (26) dan DF (32) yang terlibat kasus pencurian sepeda motor di parkiran bimbel ditembak Polisi lantaran melawan saat ditangkap.

PADANG, METRO–Sempat viral di media sosial, dua orang pelaku pencurian sepeda motor yang menja­lankan aksinya di parkiran Bimbel Arka Trans Psikologi Jalan Kalawi, Kelurahan Lubuk Lintah, Ke­camatan Kuranji, kota Padang akhirnya ditangkap pada Jumat (15/7).

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Dedy An­driansyah Putra menga­takan, sebelumnya aksi kedua pelaku sempat tere­kam CCTV Bimbel Arka Trans Psikologi pada Rabu (13/7) sekira pukul 10.47 WIB dan viral setelah reka­man itu diposting di media sosial.

“Video rekaman CCTV tersebut memperlihatkan dua orang berhenti di loka­si tersebut menggunakan sepeda motor. Satu pelaku terlihat mengambil sepeda motor yang terparkit dan yang satu lagi menunggu dikendaraanya sambil me­ngawasi lokasi,. Setelah itu mereka kabur membawa motor yang dicuri,”  kata­nya, Minggu (17/7).

Kompol Dedy men­je­las­kan, atas kejadian ter­sebut, korban langsung melaporkan kejadian ter­sebut ke Polresta Padang dan berharap agar pelaku cepat ditangkap serta dibe­ri hukuman.

“Penangkapan dilaku­kan atas laporan dari kor­ban tanggal 15 Juli 2022 dan tim kita langsung bergerak saat mendapati adanya laporan tersebut, mela­kukan penyelidikan dan mencari informasi kebera­daan kedua pelaku,” ujar Kompol Dedy.

Ia menambahkan, sa­lah seorang pelaku berin­i­sial YOP (26) yang diring­kus saat berada di rumah­nya di Kelurahan Ganting Parak Padang dan pelaku mengakui melakukan aksi pencurian tersebut ber­sama temannya berinisial DF (32) yang tinggal dika­wasan Kelurahan Berok Nipah, Kecamatan Padang Barat.

“Usai keduanya ber­hasil ditangkap, kami pun langsung mencari barang bukti berupa satu unit se­pe­da motor yang dicuri oleh kedua pelaku,” ujarnya.

Namun ternyata lanjut Dedy, kedua pelaku tidak koperatif saat melakukan pencarian barang bukti tersebut dan membe­ron­tak hingga diberikan tin­dakan tegas terukur.

“Kemudian kedua ter­sangka dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan dan barulah kedua ter­sangka mengakui bahwa sepeda motor korban telah dijual seharga Rp 3 juta ke Sungai Penuh Kerinci. Ke­dua tersangka saat ini te­lah dibawa ke Polresta Pa­dang untuk dimintai kete­rangan dan proses penyi­dikan lebih lanjut,” tutup­nya. (rom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top