Menu

Eksepsi Kuasa Hukum Diterima, Hakim Perintahkan Eks Kepala Puskesmas Dikeluarkan dari Tahanan

  Dibaca : 143 kali
Eksepsi Kuasa Hukum Diterima, Hakim Perintahkan Eks Kepala Puskesmas Dikeluarkan dari Tahanan
Pengadilan Negeri Kelas I A Padang

PADANG, METRO
Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas I A Padang, menerima keberatan dakwaan penuntut umum atau eksepsi yang diajukan Penasihat Hukum (PH) terdakwa Linda Syofiati, mantan kepala Puskesmas Sikapak, Kota Pariaman yang terjerat kasus dugaan korupsi miliaran rupiah.

Menurut Majelis Hakim, dakwaan penuntut tidak memenuhi unsur pasal 143 ayat 2 huruf b. Selain itu, Hakim menegaskan bahwa dakwaan penuntut umum tidak cermat, tidak lengkap, sehingga perkara tidak dapat diterima, sehingga Majelis Hakim berpendapat eksepsi PH terdakwa dapat diterima.

“Menerima putusan eksepsi PH terdakwa, menyatakan perkara batal demi hukum, dan tidak dapat dilanjutkan, serta memerintah terdakwa keluar dari rumah tahanan negara,” ucap hakim ketua sidang Juandra beranggotakan Elisya Florence dan Hendri Joni,saat membacakan amar putusan sela, Rabu (14/4).

Usai pembacaan putusan, terdakwa yang saat itu memakai rompi tahanan Kejaksaan Negeri Bukittinggi, langsung berdiri. Di luar persidangan, PH terdakwa yakninya Syahril yang didampingi Devid Chandra, menuturkan bahwa, apa yang disampaikan majelis hakim telah tepat.

“Dalam unsur materil, penguraian dakwaan tidak jelas, tentang berapa nilai kerugian sehingga dakwaannya kabur, dan batal demi hukum,” tutur PH terdakwa.

Sebelumnya, dalam dakwaan JPU dijelaskan, terdakwa Linda Syofiati yang saat itu menjabat sebagai kepala UPT  Puskesmas Sikapak, Kota Pariaman, mengajukan pinjaman ke Bank Mandiri Cabang Bukittinggi. Pasalnya, Bank Mandiri  Cabang Bukittinggi, memiliki program Kridit Serbaguna Mikro (KSM), karena program tersebut, merupakan kridit untuk kepegawaian.

Tak hanya itu, sumber dana yang ada dalam program tersebut, berasal dari permodalan bank dan dana pihak ketiga (nasabah) yang dikelola oleh Bank Mandiri Bukittinggi.

Selain terdakwa, bersama empat rekan terdakwa lainnya, juga ikut melakukan peminjaman, dan mendatangai surat pengajuan pinjaman ke kantor Bank Mandiri Cabang Bukittinggi.  Selanjutnya petugas Bank Mandiri melakukan pemeriksaan terkait dengan pengajuan tersebut.

Setelah disetujui, akhirnya Bank Mandiri Cabang Bukittingi, menandatangani seluruh surat perjanjian tersebut, terdakwa pun juga ikut menandatanganinya. Namun pada waktu itu, terdawa Linda Syofiati merubah namanya menjadi Linda Sovniyanti, karena program tersebut masih berjalan, maka dilakukan pengajuan persyaratan.

Namun terdakwa bersama empat orangnya rekan, membuat surat palsu yang seolah-olah asli dan terdakwa pun meminta bantuan rekannya bernama Ade Suryatman, dan semua persyaratan telah lengkap diserahkan ke Bank Mandiri Cabang Bukittinggi.

Setelah pengajuan peminjaman disetujui maka uang tersebut cair dan ditransfer ke rekening masing-masing rekan terdakwa Linda Syofiati. Kemudian, terdakwa Linda Syofiati memberikan sebagian total pinjaman Bank Mandiri Cabang Bukittinggi. Hal ini dilakukan terhadap semua pegawai Dinas Kesehatan Pariaman yang ingin mengajukan pengajuan pinjaman di Bank Mandiri Cabang Bukittinggi. Kemudian terdakwa membuat surat pengajuan palsu ke bank, yang se olah-olah asli.

Lalu dibuatlah nama-namanya oleh terdakwa dan pada tahun 2014 dilakukan  penambahannya sebanyak delapan orang. Namun perbuatan terdakwa, diketahui oleh pihak Bank Mandiri Cabang Bukittingi. Dimana terdakwa menggunakan dokumen palsu, dan pihak bank pun langsung mengaudit dan limit kredit sebesar Rp62 miliar yang ditemukan oleh terdakwa. Akibatnya, terdakwa merugikan keuang negara sebesar Rp 5.041. 208.970,51.

Terdakwa pun dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999, tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana  korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (hen)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional