Close

Ekonomi dan Pendidikan Semakin Sulit, Mahasiswa Minta Solusi ke Pemerintah

Sejumlah mahasiswa perwakilan BEM Sumbar berdialog dengan ketua DPRD Sumbar, Supardi, sekaligus menyampaikan aspirasi mereka. Senin (1/11).

PADANG, METRO–Puluhan mahasiswa me­­wakili BEM Sumatera Barat mendatangi Kantor DPRD Sumbar. Mereka i­ngin berdialog langsung dengan ketua DPRD Sumbar sekaligus menyampaikan sejumlah aspirasi me­reka. Senin (1/11).

Kedatangan rombo­ng­an masiswa tersebut diterima ketua DPRD Sumbar, Supardi, didampingi Sekwan, Raflis, dan Kabag Anggaran Delvi, serta beberapa orang staf, di rua­ngan rapat khusus.

Kholib Azib, mahasiswa UPI Padang, sebagai koordinator mahasiswa menyampaikan aspirasi mereka,  diantaranya menyang­kut ekonomi dan pendidikan.

Disebutkannya dam­pak ekonomi dan pendidikan saat ini sangat dirasakan sulit oleh masyarakat, untuk itu perlu ada solusi mendasar dari pemerintah pusat dan daerah.

“Kami meminta peme­rintah pusat yakni presiden RI Pak Jokowi harus memberikan solusi terhadap kondisi saat ini, khususnya peningkatan ekonomi ma­syarakat dan kemudahan dalam pendidikan bagi semua lapisan masyarakat, yang semua terdampak,” ucap Kholib.

Berkaitan dengan aspirasi tersebut, ketua DPRD Sumbar merespon dan me­nyampaikan langsung tuntutan para mahasiswa ke pemerintah pusat, de­ngan mengirimkan tuntu­tan tersebut melalui Pos Indonesia.

Supardi juga mengatakan, hampir setiap hari mereka menerima kunjungan berbagai kalangan dan kelompok masyarakat, se­perti seniman, LSM, ormas serta lainnya, untuk bisa meneruskan dan menyampaikan aspirasi pada ting­katan lebih tinggi atau untuk kebijakan daerah.

“Apa yang adek-adek sampaikan saat ini akan dilanjutkan hari ini juga untuk bisa disikapi pemerintah pusat, dengan demikian bisa diketahui oleh pe­ngambil kebijakan,” tegas Supardi.

Ditambahkannya, jika merasa ragu aspirasi ini tidak disalurkan, para peserta audiensi melalui perwakilan bisa mendampingi staf untuk mengirim ke kantor Pos yang ada di sebelah gedung DPRD Sumbar.

“Adek-adek bisa mendampingi staf untuk memastikan apakah surat a­tau aspirasi ini kita sampaikan ke pihak yang dituju, agar jangan ada ke­ragu­an,” tambah Supardi.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, berjalan komunikatif, tenang dan kondusif, dengan mempergunakan prokes, diantaranya memakai masker dan menjaga jarak.

“Kita respon dan salut pada adek-adek yang sangat santun dan memenuhi standar prokes dalam me­nyampaikan aspirasi, kita akan teruskan hari ini juga surat mereka dengan pe­ngantar yang saya tanda tangani,” tegas Supardi menutup pembicaraan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top