Close

Efek Harga Mahal, Ladang Cabai jadi Incaran Pencuri di Payakumbuh 

PENCURIAN CABAI— Riki Naldo memperlihatkan cabai hijau yang tercecer usai dicuri oleh orang tak dikenal.

PAYAKUMBUH, METRO–Di tengah naiknya hargacabai merah yang mencapai Rp 100 ribu per-kilogram, tidak saja menjadi kabar baik bagi petani, namun juga menjadi “ladang” bagi pencuri. Buktinya petani di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh menjadi korban pencurian.

Mirisnya, aksi pencurian cabai itu terjadi pada dini hari, saat petani pulang dari ladangnya untuk beristirahat menunggu pagi. Hal itulah yang dialami oleh Riki Naldo (35). Ia menjadi korban pencurian cabai merah di ladang miliknya yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya, pada Selasa (14/6).

“Saya selalu berjaga di ladang cabai hingga pagi hari. Namun, pada malam itu, saya  pulang ke rumah sekitar 23.00 Wib, dan berencana akan kembali lagi untuk mengawasi ladang cabai yang telah beberapa kali dipanen. Tapi, karena malam itu hujan lebat, saya kelelahan dan ketiduran di rumah hingga pagi,” ungkap Riki kepada wartawan.

Setelah bangun, dikatakan Riki, ia bergegas ke ladang dan sudah berencana akan melakukan panen. Namun apa mau dikata, rencana untuk panen cabe gagal lantaran cabainya sudah terlebih dahulu dipanen oleh kawanan pencuri yang beraksi dini hari.

“Setiba di ladang, saya tidak melihat lagi ada cabai yang bisa dipanen. Saya yakin sudah dicuri. Kemudian saya mencari informasi kepada Ade Lalita panggilan Oma (78) yang tinggal di dekat ladang saya. Ternyata, ada dua orang yang datang ke ladang untuk memanen pada dini hari,” ujarnya.

Menurut Riki, keterangan dari Ade Lalita, menyebutkan bahwa saat malam kejadian ia sempat melihat dua orang pelaku menggunakan jas hujan di ladang sekitar pukul 01.30 WIB dan bahkan saksi sempat mendengar suara berisik-berisik di ladang tersebut.

“Waktu itu Ade Lalita hendak berwudhu di sumur yang berada di luar rumah, karena mendengar suara berisik-berisik, saya coba menyenter dan melihat dua orang yang berada di ladang cabe milik saya. Tapi, setelah itu, kedua orang itu langsung kabur,” ucapnya.

Riki juga menambahkan, dari kejadian itu ia mengaku mengalami kerugian hingga ratusan ribu rupiah, sebab cabe yang dibawa pelaku hampir 10 kilogram.

“Kerugian hampir 10 kilogram cabe jika diuangkan mencapai ratusan ribu rupiah.  Selain banyak daun cabe yang berserakan di ladangnya akibat dipanen paksa, juga berserakan cabe hijau yang patah karena diduga mengambil dengan tergesa-gesa,” ujarnya.

Aksi Pencurian cabe di daerah itu bukan yang pertama kali terjadi, beberapa waktu sebelumnya juga terjadi, selain cabai tanaman jagung milik petani juga diincar oleh pelaku. Maraknya aksi Pencurian cabe di Payakumbuh diduga terjadinya akibat naiknya harga cabai dan jagung saat ini, sehingga memunculkan niat pelaku untuk melakukan aksi Pencurian. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top