Menu

Eduardo Almeida Hengkang, Hengki Ardiles Tukangi SP FC

  Dibaca : 121 kali
Eduardo Almeida Hengkang, Hengki Ardiles Tukangi SP FC
PELATIH SEMEN PADANG—Pelatih Kepala Semen Padang FC Hengki Ardiles bersama Manajer Tim Semen Padang FC yang sekaligus Direktur Operasional PT Kabau Sirah Semen Padang, Effendi Syahputra di PT KSSP Indarung, Kamis (1/4).

PADANG, METRO
Tim Semen Padang FC (SPFC) memastikan mengakhiri kerjasama dengan Coach Eduardo Almeida. Kebersamaan dengan pelatih asal Portugal ini, hanya berjalan kurang lebih satu tahun sejak September 2019. Pasca dihentikannya Liga 2 musim 2020 yang hanya berjalan 1 kali pertandingan, Coach Edu terpaksa harus memantau tim SPFC yang kembali memulai latihan saat Pandemi Covid 19 secara jauh dari Portugal.

Manejer Tim Semen Padang FC yang sekaligus Direktur Operasional PT Kabau Sirah Semen Padang, Effendi Syahputra mengatakan, kontrak dengan pelatih Eduardo Almeida sebenarnya sudah berakhir pada akhir Desember 2020 lalu. Namun, dikarenakan masih menggantungnya rencana kembali digulirnya Liga musim 2020 pada awal tahun 2021, Manejemen SPFC belum bisa memastikan status dari pelatih dan pemain yang ada.

”Kontrak dengan Coach Edu sebenarnya sudah selesai di akhir Desember 2020, tapi karena ada rencana Liga mau dilanjutkan diawal tahun, jadi kita belum bisa untuk pembubaran tim yang sudah ada. Sesuai aturannya, pelatih dan pemain harus melanjutkan yang sudah terdaftar sebelumnya,” kata Effendi.

Setelah adanya kepastian dari PSSI dan LIB untuk mengakhiri Liga musim 2020, maka status pemain dan pelatih yang masa kontraknya berakhir di akhir 2020 dan awal 2021 bersifat bebas ikatan dari klub atau free. Menurut Effendi, saat ini Manejemen kembali akan membentuk tim baru yang akan mengarungi musim 2021.

”Karena sudah ada kepastian dari PSSI dan Operator Liga, maka status pemain dan pelatih yang kontraknya sudah habis akhir tahun kemaren dan awal tahun ini, semuanya berstatus free. Untuk kelanjutan dengan tim kita, itu tergantung negosiasi yang kita sepakti. Jika saat ini, Coach Edu sudah dapat tim baru berarti saat ini belum jodoh kita untuk bersama,” lanjut Effendi.

Selain Coach Edu, pelatih fisik SPFC Rui Nunes yang juga berasal dari Portugal juga dipastikan tidak lagi menjadi bagian tim Kabau Sirah di musim 2021. Menurut Effendi, Manejemen akan secepatnya menentukan susunan pelatih baru untuk dapat segera membentuk dan mempersiapkam tim SPFC.

”Kami menyampaikan terimakasih kepada Coach Edu dan Coach Rui atas kebersamaan selama ini, mungkin saat ini kita belum berjodoh. Semoga keduanya dapat terus sukses dalam karirnya. Kita tak bisa menebak, mana tau di lain kesempatan keduanya bisa kembali bersama Semen Padang FC,” kata Effendi.

Kemudian,Hengki Ardiles ditunjuk sebagai Pelatih Kepala Semen Padang FC Academy. Ia mengatakan Hengki Ardiles dipilih SPFC untuk mengkomandoi Tim Academy, demi melahirkan talenta-talenta baru lokal untuk menjadi tulang punggung tim berjuluk Kabau Sirah di musim-musim yang akan datang.

Dijelaskannya, Hengki Ardiles sebagai salah satu legenda tim dan putra terbaik Ranah Minang yang memiliki kompetensi dengan lisensi B AFC. Selain itu, sosok Hengki juga merupakan panutan bagi pemain lokal saat ini.

Hengki Ardiles sendiri sudah mulai turun kelapangan disaat pencarian bakat pemain asal Sumatera Barat dalam turnamen Katapolos Cup yang berlanjut dalam seleksi langsung yang diadakan management tim SPFC beberapa waktu lalu bersama Coach Welliansyah dan Hendra Susilo. ”Hengki Ardiles kita sudah sama tahu. Dedikasinya untuk SPFC yang luar biasa, sudah memiliki lisensi B AFC dan juga idola pemain-pemain muda Sumbar saat ini,” ujar Effendi.

”Kita memberikan kepercayaan untuk Hengki, memimpin Academy kita yang merupakan bagian kerjasama bersama FIFA. Selain di SPFC Academy, Hengki juga akan kita perbantukan di tim senior. Kita berharap akan terlahir Hengki Ardiles baru yang akan menjadi tulang punggung tim kedepannya yang bisa kita orbitkan,” sebut Effendi.

Hengki Ardiles sendiri merupakan legenda hidup tim. Memulai karir dari Pratama SPFC yang juga merupakan cikal bakal SPFC Academy ini. Pemilik nomor punggung 11 ini, sudah 20 tahun mengabdikan diri sebagai pemain SPFC.

Selama jadi pemain, jatuh bangun tim sudah dilalui bersama Hengki Ardiles. Titik puncak prestasinya adalah meraih juara Liga Indonesia, Perempat Final Piala AFC dan masih banyak prestasi lainnya menghiasi perjuangan Hengki Ardiles bersama SPFC. Sempat terdegradasi ke Liga 2 tahun 2017, Ardiles kembali membawa tim promosi ke Liga 1 2019 sebelum akhirnya pensiun.

Setelah menepi sebagai pemain, Hengki Ardiles yang sudah mengantongi lisensi C AFC, mendapat mandat mendampingi Coach Delfiadri sebagai asisten pelatih di SPFC Elite Pro Academy (EPA) U-20. Setelahnya, Hengki kembali mengambil kursus kepelatihan B AFC dan sempat menukangi PSP Padang sebelum akhirnya menerima pinangan tim SPFC untuk melatih tim SPFC Academy yang juga akan diperbantukan untuk tim SPFC senior. (heu)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional