Menu

Edarkan Sabu Bersama Pasien, Pondok Dukun Ludes Terbakar

  Dibaca : 744 kali
Edarkan Sabu Bersama Pasien, Pondok Dukun  Ludes Terbakar
IMG-20160222-WA0064

SIMPAN SABU— Sejumlah barang bukti paket sabu diperlihatkan dukun dan temannya yang dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Dukun kampung yang cukup tersohor di Jorong Kotobaru, Batangtabik, Nagari Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Payakumbuh. Selain dikenal sebagai dukun, Basri rupanya juga menjadi pengedar narkoba.

Dukun Basri dibekuk bersama Tedi Desandri (34), warga Enam Kampung, Nagari Sungai Kamuyang, Kabupaten Limapuluh Kota, di pondok praktik milik sang dukun Basri, Minggu (21/2) selepas magrib. Tedi, juga merupakan salah seorang pasien dukun Basri sejak lama, dan kini berperan sebagai pengedar sabu.

Penangkapan dukun bersama pasiennya itu terbilang dramatis, tetapi jajaran Satresnarkoba Payakumbuh yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Romarpus Almi, tidak sedikitpun gentar apalagi takut. Meski tim yang menggunakan satu unit mobil, dibagi dua, sabagian memilih berjalan kaki, menyusuri persawahan, dengan maksud melakukan pengintaian sebelum melakukan penggerebekan.

Sementara, tim lain memilih memutar jalan yang lebih jauh, sambil menunggu aba-aba dari tim yang akan menggerebek lokasi si bandar narkoba. ”Usai shalat Maghrib di SPBU Tanjung Kaliang, telepon Kanit I Narkoba, Aiptu Ardiyanto berdering, pesan singkat masuk. Bunyinya, silahkan naik ke atas bang,” sebut si pengirim SMS yang tak lain adalah anggota Satresnarkoba.

Ternyata, tim pertama yang bergerak mendekati lokasi pengedar narkoba telah melakukan penggerebekan dan mengamankan dua orang. Keduanya diamankan di sebuah pondok berobat dukun dan pasien bernama Tedi.

Ia diamankan duduk di sekitar pondok, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti 1 paket sabu, 1 pipet yang sudah dipotong dan 6 plastik bening yang disimpan di dalam kotak rokok. Kemudian, 1 buah paket sabu, di dekat tempat TD duduk.

Dari keterangan Basri, dia memang menyimpan sabu di pondok. Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan 5 paket sabu dibungkus plastik bening, 6 mancis tanpa kepala, 3 pipet, 1 bekas bong, 1 kaca pirek, 2 plastik bening jarum yang ditemukan di dalam kotak lampu dan beberapa buah plastik bening untuk pembungkus sabu.

”Kedua tersangka diduga sebagai pengedar sabu. Dari penangakapan tersebut kita amankan sejumlah barang bukti. Saat ditangkap, dukun Basri tengah melayani pasien berobat,” jelas Kapolres Payakumbuh, AKBP Yuliani melalui Kasat Resnarkoba AKP Romarpus Almi, Senin (22/2).

Pondok Praktik Terbakar

Berselang beberapa jam usai penangkapan dukun, Senin (22/2) sekitar pukul 06.00 WIB, diketahui pondok tempat praktiknya sudah ludes dilalap api. Hingga kini, tidak diketahui penyebab pasti hangunnya pondok yang sehari-hari menjadi tempat praktik sang dukun.

Atas kejadian tersebut, Indri Sagita (26) warga Jorong Kotobaru, Batangtabik, Kenagarian Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota yang diketahui pihak keluarga sang dukun, melaporkan kejadian tersebut ke polisi dengan dengan nomor laporan: LP/K/84/II/2016/Res. Dalam laporannya, disebutkan atas kejadian tersebut pihaknya mengalami kerugian hingga Rp35 juta.

Salah seorang warga setempat, Gadih— nama samaran, ketika ditemui di lokasi pondok dukun, mengaku tidak tahu menahu asal api yang menghanguskan dua bangunan tersebut. ”Kami tidak tahu pak, asal api yang menghangsukan rumah Mamak (sebutan kepada sang dukun, Red). Setahu kami, ia memakai genset,” jelasnya. (us)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional