Menu

E-Tilang akan Diterapkan, Warga Belum Tahu

  Dibaca : 517 kali
E-Tilang akan Diterapkan, Warga Belum Tahu
RENCANA PENERAPAN E-TILANG— Para pengendara di Kota Padang harus bersiap-siap dengan rencana penerapan e-tilang atau tilang elektronik yang akan dilakukan kepolisian. Pada tahap awal, Korlantas Polri rencananya meluncurkan ETLE nasional di tiga Polda dan empat Polresta. Polresta Padang salah satu yang akan menerapkan e-tilang ini.

SUDIRMAN, METRO
Rencana pemberlakuan e-tilang di Kota Padang dinilai pengendra bermotor masih kurang sosialisasi. Pasalnya saat ini banyak warga yang tidak mengerti mekanisme pemberlakuan e-tilang yang akan diberlakukan.

Salah seorang pengendara bermotor Rido (35) mengatakan, kepolisian perlu mengajak semua elemen masyarakat untuk membuat gerakan kampanye masif.

“Gerakan taat dan patuh lalu lintas perlu terus digencarkan oleh pihak kepolisian. Di samping itu, lampu lalu lintas maupun rambu-rambu lalu lintas perlu diperhatikan kembali masih banyak pelanggaran yang terjadi,” kata Rido, Senin (22/2).

Karyawan swasta itu menambahkan, bila memang diberlakukan e-tilang, diharapkan Polantas tidak ada lagi melakukan tilang di Pos Polantas. “Dikarenakan itu rawan akan terjadi dugaan pungli oleh oknum penegak hukum atau si pengendara yang mencoba menawarkan jalan pintas agar tidak ditilang. Dengan kata lain kita apresiasi kebijakan e-tilang supaya terlaksana sesuai intruksi Kapolri,” beber alumni Unand itu.

Hal yang sama dikatakan pengendara lainnya, Erman (55). Menurut dia, pemberlakuan e-tilang dianggap perlu gencar dilakukan sosialisasi termasuk di media massa maupun media sosial. “Jangan permasalahan baru muncul dengan kebijakan ini. Di sisi lain bila benar diterapkan kita mendukung demi meningkatkan kualitas kedisiplinan pengguna kendaraan,” bebernya.

Pria yang berprofesi sebagai karyawan swasta mengatakan, efeknya e-tilang diharapkan  dapat memberikan pengaruh terhadap pendapatan daerah.

“Jika uang tilang tersebut masuk ke bank, maka hasilnya lebih efektif dari tilang biasa dalam artian PAD negara bisa masuk pemberkuan e-tilang ini. Dan tidak ada pandang bulu terhadap aturan hukum nantinya,” terang Erman.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Padang, Amran Tono meminta pada Dishub dan kepolisian untuk sosialisasikan e-tilang. “ Agar warga tahu dan penerapannya maksimal. Kita sangat mendukung dan sebelum diterapkan oleh pemerintah,” kata Amran Tono.

Perangkat Pendukung Terbatas
Sementara, itu pengamat transportasi Unand Purnawan mengatakan, program e-tilang akan diimplementasikan oleh 10 Polda di Indonesia. Polda Sumbar salah satu wilayah yang direncanakan  akan menerapkan program Kapolri ini.

“E-tilang sebetulnya merupakan sebuah metode penegakan hukum yang transparan, efisien dan berkeadilan jika sistem ini dijalankan dengan baik,” kata Purnawan.

Dosen Fakultas Teknik Unnad itu menambahkan, jika e-tilang di Sumbar ini akan diterapkan di Padang, ada beberapa permasalahan yang timbul pada saat ini.

“Perangkat elektronik CCTV yang dapat digunakan untuk e-tilang masih terbatas pada jalan-jalan utama dan terletak di kawasan persimpangan. Sehingga pelangggaran di luar simpang perlu dideteksi dengan perangkat lain. Untuk itu perlu penambahan secara bertahap perangkat CCTV di lokasi  strategis yang rawan pelanggaran lalu lintas,” terangnya.

Lebih lanjut, kata Purnawan pada saat ini sedang dijajaki penggunaan perangkat portabel lain yang dapat menangkap momen pelanggaran.

“Seperti kamera pada speedgun dan kamera biasa, namun masih diperdebatkan tentang standarisasinya. Masalah lain yang mungkin muncul adalah pengguna yang terkena e-tilang tersebut, bukan lagi pemilik kendaraan, sehingga perlu regulasi tambahan di masa datang,” ulasnya.

Selain itu, ada masalah lain yang mungkin muncul, adanya kemungkinan banyak pelanggaran yang didokumentasikan oleh e-tilang, jika surat e-tilang semua pelanggaran tersebut dikirim ke pelanggar, akan menimbulkan beban biaya pengiriman surat e-tilang yang tidak kecil. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi Polres setempat.

Hal lain ditekankan Purnawan yang juga Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Sumbar ini, yakni, sebelum e-tilang ini diimplementasikan secara penuh, perlu sosialisasi intensif kepada masyarakat, agar  kebijakan ini dapat berjalan dengan baik.

Untuk diketahui, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang akan mengandalkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dalam menegakkan aturan lalu lintas, kabarnya akan mulai berlaku secara nasional Maret 2021.

Pada tahap awal, Korlantas Polri rencananya akan meluncurkan ETLE nasional di tiga Polda dan empat Polresta. Tepatnya di Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, dan Polda Riau. Sementara empat Polresta yaitu Polresta Jambi, Polresta Gresik, Polresta Batam dan Polresta Padang.

Korlantas Polri bakal menyiapkan sebanyak 166 kamera CCTV yang dipasang untuk memonitor arus lalu lintas di Polda dan Polresta tersebut.

Rencananya, peluncuran ETLE nasional tahap pertama akan dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, pada 17 Maret 2021 di gedung Korlantas Polri dan diikuti oleh seluruh Dirlantas Polda se-Indonesia secara virtual. (hen/ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional