Close

Durhaka, Anak Bunuh Ibu Pakai Cangkul di Kabu­paten Solok, Tak Kabur dan Santai Ditangkap Polisi, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

PEMBUNUH DITANGKAP— Pelaku Sudirman (49) diamankan Polisi atas kasus pembunuhan ibu kandung di Nagari Alahan Panjang, kabupaten Solok.

SOLOK, METRO–Sadis. Seorang pria paruh baya di Jorong Padang Lawe, Nagari Ala­han Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabu­paten Solok tega mem­bunuh ibu kandungnya yang sudah lanjut usia secara brutal menggu­nakan cangkul, pada Sabtu (13/11) sekitar pukul 03.00 WIB.

Parahnya lagi, usai mem­bunuh wanita yang sudah melahirkannya itu, pelaku bernama Sudirman (49) ini malah membiarkan ibunya tergeletak tak bernyawa di dalam kamar hingga pagi. Bukannya kabur, ia tetap berada di rumah, seakan tak ada rasa bersalah.

CANGKUL— Polisi memperlihatkan cangkul yang digunakan anak membunuh ibu kandungnya.

Bahkan, pelaku dengan santainya memberitahu adiknya yang kebetulan lewat di depan rumah  kalau ia sudah membunuh sang ibu Mardiah (71). Sontak saja, adiknya itu langsung masuk ke dalam kamar ibunya dan ternyata melihat korban memang sudah meninggal bersimbah da­rah.

Seketika, adik pelaku pun histeris sehingga warga pun berdatangan ke lokasi lalu dilaporkan ke Polisi. Tak lama berselang, Polisi pun datang untuk melakukan identifikasi dan olah TKP sekaligus mengamankan pelaku yang juga berada di rumah tersebut tanpa perlawanan.

Kasatresrkrim Polres Solok, Iptu Rifki Yudha Ersanda mengatakan, terkait kasus pembunuhan ibu kandung oleh anak sendiri di Nagari Alahan Panjang, terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku yang diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Korban dan pelaku me­mang tinggal serumah. Pelaku melakukan tindakan itu secara spontan dan tidak ada unsur sakit hati sebelumnya. Dugaan sementara, pelaku mengalami gangguan jiwa, namun untuk menentukan hal itu pihaknya masih menunggu keterangan dokter ahli,” ungkap Iptu Rifki Yudha, Minggu (14/11).

Iptu Rifki menuturkan, saat ini pelaku sudah ditahan di Polres Solok setelah sebelumnya dibawa ke Polsek Lembah Gumanti. Sejauh ini, menurut Iptu Rifki, penyidik mengalami kendala sulitnya berkomunikasi dengan pelaku lantaran tidak menyambung.

“Komunikasi kadang nyambung, kadang tidak dengan pelaku ini. Makanya, untuk memastikan pelaku ini mengalami gangguan jiwa atau tidak, kita berkoordinasi dengan pihak yang berkompeten ,” ujarnya.

Dijelaskan Iptu Rifki Yudha, sebelum pembunuhan terjadi, pelaku duduk di ruang tamu. Sekitar pukul 03.00 WIB, tiba-tiba pelaku masuk ke dapur dan mengambil cangkul.

“Pelaku kemudian masuk ke kamar tidur ibunya dan kemudian melayangkan cangkul ke kepala ibunya sebelah kanan sebanyak dua kali. Akibatnya korban mengalami luka robek bagian kanan,” ujar Iptu Rifki.

Usai melakukan tindakan itu, kata Iptu Rifki, pelaku membiarkan ibunya hingga pagi hari, lalu mem­be­­ritahu pada adiknya yang lewat di depan rumah bahwa dia sudah membunuh ibunya.

“Usai membunuh, pelaku tidak kabur dan hanya duduk hingga pagi hari di ruang tamu. Pelaku memberitahukan ke adiknya bahwa telah membunuh orang tuanya sendiri,” pung­kasnya. (vko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top