Menu

Dukung Sektor Pertanian, PLN Peduli Alokasikan Dana TJSL Rp 4,84 M

  Dibaca : 129 kali
Dukung Sektor Pertanian, PLN Peduli Alokasikan Dana TJSL Rp 4,84 M
Salah satu contoh program Electrifiying Agriculture yang sudah dilaksanakan PLN Peduli.

WAHIDIN, METRO–PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli menga­lokasikan dana Tanggung Jawab Sosial dan Ling­kungan (TJSL) sebesar Rp 4,84 miliar untuk mendukung sektor pertanian melalui program  Electrifiying Agriculture di 54 lokasi se-Indonesia.

Electrifiying Agriculture  merupakan program pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan pro­duktifitas pertanian melalui pemanfaatan energi listrik untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman atau mempermudah pengolahan infrastruktur pendukung pertanian ataupun peternakan dan perikanan.

“Diharapkan program-program Electrifiying Agriculuture ini mampu meningkatkan produktivitas dalam sektor pertanian sehingga mampu meningkat­kan kesehjateraan masyarakat,” ungkap Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi.

Salah satu contoh program  Electrifiying Agriculture yang sudah dilaksanakan berada di Desa Betet, Ngronggot, Nganjuk, Jawa Timur. Dikenal dengan Wisata Tani Listrik Terpadu Betet yang mengusung Wisata Tani Unggul di Tangan Pemuda Regul.

Tidak hanya menawarkan sisi wisata, Desa Betet juga digunakan sebagai tempat pertanian milenial yang mengkolaborasikan penerapan teknologi dan sektor pertanian.

“Di mana dalam sektor pertanian green house menggunakan sinar ultraviolet untuk mempercepat masa tanam pada tanaman hidroponik seperti tanaman Sawi Pakcoy (Bok choy), Kangkung, bayam, serta pengunaan _springkle_ pada lahan bawang agar dapat terairi secara baik,” terangnya

Wakil Bupati Nganjuk Marhen Djumadi menilai program PLN Peduli ini memiliki wujud dan dampak yang nyata bagi masyarakat. Program ini mendukung upaya Pemkab Nganjuk untuk mewujudkan peningkatan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat.

“Terima kasih kepada PLN, BUMN Kebanggaan kita yang telah membantu Desa Betet,” katanya

Ketua Kelompok Tani Achmad Syaikhu menje­laskan, Wisata Tani Listrik Terpadu Betet tetap melakukan kegiatan selama masa pandemi mengikuti arahan dari pemerintah dan menetapkan protokol kesehatan.

“Terima kasih kepada PLN dengan adanya listrik dalam lingkunan persawahan pertanian, para petani merasa terbantu dalam segi penghematan biaya operasional untuk pengunaan bahan bakar minyak, dan penggunaan _springkle_ dalam pertanian mampu menghemat tenaga kerja, penggunaan air dan mengurangi hama pada tanaman bawang.”

Selain Desa Betet PLN juga membantu pening­katan poduktivitas petani buah naga di Banyuwangi melalui program “Listrik Untuk Sang Naga”. Program ini men­dorong peningkatan pere­konomian petani ka­rena panen dapat dilakukan se­panjang tahun, dimana un­tuk 1 hektare lahan de­ngan penyinaran dapat meng­­hasilkan buah naga seba­nyak 77 ton tiap tahun­nya atau naik hingga 4 kali lipat.

Dampak secara masif pun bukan hanya dirasakan oleh petani buah naga, na­mun juga masyarakat. Ter­catat sampai dengan Juni 2020, sudah 6618 petani buah naga yang meman­faatkan listrik sebagai tek­nologi untuk menyinari la­dang mereka.

Efek domino dari program ini membantu mem­ciptakan banyak lapangan kerja yang tumbuh dari sektor pendukung perta­nian buah naga, mulai dari berbagai usaha pengolahan buah naga, hingga mun­culnya kelompok sadar wi­sata yang menjadikan la­dang buah naga sebagai destinasi agrowisata, se­perti Agrowisata Petik Jeruk dan Buah Naga.(ade)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional