Menu

Dukung PPKM Level 4, API Kawal Ketat Syarat Perjalanan Udara

  Dibaca : 129 kali
Dukung PPKM Level 4, API Kawal Ketat Syarat Perjalanan Udara
Petugas bandara memeriksa persyaratan salah satu penumpang yang akan naik pesawat.

Pasca pengumuman perpanjangan masa Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat (P­P­KM) Level 4 yang berlaku dari tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021, Angkasa Pura Airports menyatakan untuk mendukung penuh implementasi kebijakan Pemerintah yang dium­um­kan oleh Presiden Joko Widodo pada Minggu ma­lam tersebut, khususnya dalam hal pengawasan terhadap ketentuan pelaku perjalanan orang dalam negeri. Hal tersebut dituju­kan untuk menekan laju penularan Covid-19 dalam moda transportasi udara.

Ketentuan perjalanan udara tersebut didasarkan melalui Surat Edaran Ke­menterian Perhubungan Nomor SE 53 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Menteri Per­hubungan Nomor SE 45 Tahun 2021 tentang Petun­juk Pelaksanaan Perja­l­a­nan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi U­dara pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Surat Edaran tersebut merupakan pe­nyem­purnaan dari Surat Edaran Kementerian Per­hu­bungan (Kemenhub) No­mor SE 45 Tahun 2021 yang diterbitkan menyusul dite­tapkannya PPKM Darurat pada 3 Juli silam.

Dalam Surat Edaran Nomor SE 53 Tahun 2021 yang resmi berlaku mulai tanggal 19 Juli tersebut mengatur persyaratan ba­gi calon penumpang pener­bangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa, dan pener­bangan dari atau ke ban­dara di Pulau Bali, yaitu sertifikat vaksin pertama, surat keterangan hasil ne­gatif tes RT-PCR yang sam­pelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum kebe­rang­katan.

Sedangkan untuk calon penumpang pesawat u­dara dengan rute di luar wilayah Jawa dan Bali, di­wa­jibkan untuk melengkapi diri dengan persyara­tan­nya, surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan; atau surat keterangan hasil negatif rapid tes antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Dalam Surat Edaran tersebut, juga ditetapkan bahwa kewajiban untuk menunjukkan sertifikat vak­sin dikecualikan bagi calon penumpang pesawat udara dengan kategori berikut, calon penumpang dengan kepentingan khu­sus medis yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter s­pesialis, pasien dengan kondisi sakit keras, Ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, kepentingan persalinan dengan pendam­ping maksimal 2 (dua) o­rang,  dan Pengantar je­nazah non-COVID-19 de­ngan jumlah maksimal 5 (lima) orang.

“Sehubungan dengan pengumuman perpanja­ngan PPKM Level 4 yang berlaku hingga 2 Agustus mendatang, dapat kami sampaikan bahwa Ang­kasa Pura Airports selaku pengelola 15 bandara di wilayah Indonesia secara ketat dan konsisten me­lakukan pengawasan terhadap ketentuan perjala­nan orang dalam negeri melalui transportasi udara. Kami juga menjalin koordinasi dengan sejumlah ins­tansi komunitas bandara dalam implementasinya. Petugas kami di lapangan pun secara ketat telah menerapkan protokol kesehatan. Semua ini dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19 dalam mo­da transportasi udara,” ujar Direktur Utama Ang­kasa Pura Airports Faik Fahmi.

Trafik di 15 Bandara Selama PPKM Darurat

Sejak ditetapkannya masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Ma­syarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli lalu, hingga tanggal 25 Juli, tercatat seba­nyak 600.897 penumpang pesawat udara telah terlayani di 15 bandara di bawah pengelolaan A­ng­kasa Pura Airports. Penumpang sejumlah itu terlayani melalui 11.461 pergerakan pesawat udara.

Sedangkan untuk trafik kargo, sebanyak 23.128.328 kg barang tercatat telah terlayani di 15 bandara Angkasa Pura Airports.

Dengan membandingkan catatan pada rentang waktu pelaksanaan PPKM Darurat pada 3-25 Juli (23 hari pencatatan) dengan periode rentang waktu yang sama pada masa sebelum implementasi PPKM Darurat pada tanggal 10 Juni hingga 2 Juli, tercatat terdapat penurunan trafik yang terlayani.

Selama periode 10 Juni hingga 2 Juli, tercatat sebanyak 2.527.164 pe­num­­pang terlayani melalui 24.­985 pergerakan pesawat udara di 15 bandara Angkasa Pura Air­ports. Pada periode yang sama, seba­nyak 27.­649.­172 kg kargo tercatat telah terlayani.

“Pada masa implemen­­tasi PPKM Darurat ini, terdapat tren penurunan jumlah pergerakan penumpang, pesawat udara, serta kargo di bandara yang kami kelola. Untuk penumpang, terdapat penurunan yang sangat drastis, yaitu hingga 76%. Untuk perge­rakan pesawat udara dan kargo, masing-masing me­ngalami penurunan sebesar 54% dan 16%. Dapat dikatakan, penurunan ini menjadi pertanda bahwa kebijakan PPKM Darurat mampu menekan pergerakan warga masyarakat melalui transportasi u­da­ra,” lanjut Faik Fahmi.

“Meskipun lalu lintas angkutan udara mengalami penurunan yang cukup drastis, kami tekankan se­kali lagi bahwa hal ini tidak mengurangi komitmen ka­mi untuk tetap memberikan layanan terbaik bagi pengguna jasa bandara. Pun demikian bagi kami untuk selalu secara konsisten menerapkan protokol kesehatan di 15 bandara kami. Khususnya untuk layanan kargo, termasuk untuk layanan ekspor dan impor, kami pastikan tetap beroperasi secara normal dan lancar. Di masa seperti sekarang ini, pergerakan barang melalui transportasi udara harus tetap berjalan lancar untuk dapat mengatrol perekonomian yang terdampak cukup besar oleh pandemi,” pungkas Faik Fahmi.(*/hsb)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional