Menu

Dukung Pengembangan Usaha Kreatif dan Inovatif Masyarakat

  Dibaca : 182 kali
Dukung Pengembangan Usaha Kreatif dan Inovatif Masyarakat
Wali Kota Solok Zul Elfian mendukung berkembangnya usaha kerajinan batik di Kota Solok,dengan mencoba memegang canting batik.

WALI Kota Solok, Zul Elfian mengatakan, peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Solok cukup menggambarkan pergerakan perekonomian Kota Solok. Sebab PDRB merupakan salah satu perangkat data ekonomi yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja pembangunan ekonomi suatu wilayah.

Menurut Zul Elfian, perangkat data ini dapat pula digunakan untuk kepentingan dan tujuan lain, seperti sebagai dasar pengembangan model-model ekonomi dalam rangka menyusun formulasi kebijakan, tingkat percepatan uang beredar (velocity of money), pendalaman sektor keuangan, penetapan pajak, kajian ekspor dan impor serta keperluan lainnya.

“Semua unit aktivitas pembangunan infrastruktur ini adalah sebagai upaya dalam mendorong sektor ekonomi kerakyatan hingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, pengurangan pengangguran dan dampak tidak langsung lainya,” ujar Zul Elfian ketika berbincang tentang upaya peningkatan perekonomian Kota Solok,kemarin.

Wakil Wali Kota Solok Reinier mengungkapkan, di sektor ekonomi dari data yang ada selama tahun 2019 Kota Solok mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5,53 persen. Kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ini murni disebabkan oleh meningkatnya produksi di hampir seluruh lapangan usaha yang tidak dipengaruhi inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Solok, yang dirilis April 2020 lalu, lapangan usaha dengan peranan terbesar terhadap PDRB yakni perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 25,52 persen, transportasi dan pergudangan 15,86 persen dan konstruksi 13,65 persen. Berdasarkan harga berlaku maupun harga konstam, ketiga sektor usaha tersebut berada di peringkat atas, disusul Pertanian dan manufacturing.

Sebagian besar lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif sebesar empat hingga sepuluh persen. Di antaranya, pertanian, perikanan dan kehutanan. Lalu pengadaan listrik dan gas, pengadaan air pengelolaan sampah dan daur ulang, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan dan minum, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, real estate, jasa perusahaan, jasa pendidikan dan kesehatan. Serta satu mengalami penurunan yakni bidang manufactur.

Lapangan usaha berbasis perdagangan besar ataupun UMKM memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kota Solok. Apalagi Kota Solok berada dalam jalur strategis, ditambah sejalan dengan visi Kota Solok yakni Terwujudnya masyarakat Kota Solok yang beriman, bertaqwa, dan sejahtera menuju kota perdagangan, jasa, serta pendidikan yang maju dan modern.

Menuju kota perdagangan diakui Zul Elfian, merupakan salah satu poin penting. Misi yang berkaitan dengan hal itu yakni mewujudkan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang berkualitas untuk menghasilkan sumber daya manusia dan generasi muda yang beriman, sehat, cerdas, kreatif, tangguh dan berdaya saing menjadi perhatian.

Menjadikan Kota Solok sebagai pusat perdagangan hasil-hasil pertanian, perkebunan dan ekonomi kerakyatan yang tangguh berbasis potensi unggulan daerah melalui perdagangan, pariwisata dan jasa lainnya serta menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan menekan angka kemiskinan dan mengurangi permasalahan sosial lainnya, juga menjadi target yang harus dicapai.

“SDM tangguh, berdaya saing, untuk mengolah potensi unggulan daerah, dan muaranya kepada menekan angka kemiskinan, itulah mengapa UMKM sangat penting bagi perkembangan Kota Solok, maka dari itu potensi unggulan seperti industri kerajinan kita tonjolkan,” jelas Zul Elfian.

Pemko Solok mendukung penuh pengembangan usaha-usaha kreatif dan inovatif masyarakat, peluang usaha sangat banyak. Sehingga bisa mendorong perekonomian masyarakat Kota Solok. Untuk itu, Pemko Solok bersinergi dengan pihak terkait untuk pembenahan ilmu pengetahuan serta bantuan modal melalui program kredit lunak dari pihak ketiga.

“Pelatihan-pelatihan selalu kita arahkan kepada pembenahan keterampilan, agar bisa menjadi sumber penghasilan, seperti keterampilan membatik, tenun, menjahit dan lainnya, kita dukung penuh ekonomi berbasis kerakyatan tersebut,” katanya. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional