Menu

Dukun Gadungan Curi Perhiasan Pasien di Pesisir Selatan, Ramuan Obat Dicampur Cincin Emas, Ditangkap di Pasar saat Jual Hasil Curian

  Dibaca : 140 kali
Dukun Gadungan Curi Perhiasan Pasien di Pesisir Selatan, Ramuan Obat Dicampur Cincin Emas, Ditangkap di Pasar saat Jual Hasil Curian
CURI CINCIN— Dukun gadungan berinisial RP ditangkap saat hendak menjual cincin emas hasil curiannya di Pasar Lakitan, Kecamatan Lengayang.

PESSEL, METRO–Ngaku-ngaku bisa mengobati berbagai macam penyakit, seorang dukun gadungan malah nekat mencuri cincin emas milik pasiennya yang diobatinya di Kenagarian Kambang, Lengayang, Pesisir Selatan. Untuk melancarkan aksinya, dukun gadungan itu meminta korbannya memasukkan cincin emas ke dalam mangkok berisi kopi.

Kopi itulah yang akan dijadikan sebagai obat untuk penyakit korban. Namun, tanpa sepengetahuan korbannya, pria berinisial RP (38) ini malah mengambil cincin emas yang ada di dalam mangkok. Bahkan, sebelum meninggalkan rumah korban, dukun gadungan itu juga diberikan uang sebagai bayaran jasa pengobatan.

Saat pelaku RP pergi, korban yang hendak memindahkan isi gelas itulah, korban tersadar kalau cincin emas miliknya sudah raib. Korban pun langsung mengejar pelaku dan menemukan korban sedang berada di Pasar Lakitan, Kecamatan Lengayang hendak menjual perhiasan milik korban.

Saat itu juga korban berteriak meminta bantuan warga untuk mengamankan dukun gadungan yang mencuri tersebut hingga nyaris dihakimi massa. Tak lama berselang, petugas Polsek Lengayang yang mendapat laporan adanya aksi pencurian itupun tiba di lokasi dan selanjutnya membawa pelaku ke Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolsek Lengayang Iptu Beny Hari Muryanto mengatakan pencurian itu terjadi pada Sabtu (31/7). Ketika itu korban bernama Rita (40) meminta meminta jasa pelaku RP untuk menyembukan penyakit dialami suaminya itu yaitu ganguan penglihatan mata ( rabun).

“Pelaku RP ini pun berpura-pura menjadi dukun dan mengaku bisa mengobati mata suami korban yang rabun. Setelah itu, pelaku RP pun datang ke rumah korban untuk memberikan pengobbatan kepada suami korban,” kata Beny, Minggu (1/8).

Dalam proses pengobatan itu, dikatakan Beny, pelaku mengaku dukun meminta korban untuk mengambil kopi, garam, sendok, mangkuk dan air. Ramuan itu kemudian dicampurkan dan pelaku meminta cicin emas di jari korban dimasukan dalam mangkuk untuk ramuan obat.

“Pelaku meminta korban melepas cincin emas dan menaruh perhiasan itu di dalam mangkok yang sudah dicampur ramuan obat. Tanpa sepengatahuan korban, perhiasan itu dibawa kabur oleh pelaku,” jelas Beny.

Usai mengambil cincin emas dari dalam mangkuk, dikatakan Beny, pelaku RP berpamitan untuk pulang. Karena sudah megobati suaminya, korban pun mengucapkan terima kasih sembari memberikan uang jasa pengobatan kepada pelaku.

“Setelah pelaku pergi, korban pun memindakan isi mangkuk itu dengan maksud mengambil cincin emas miliknya. Namun, ketika sudah dipindahkan, ternyata cincin emasnya sudah tidak ada lagi di dalam mangkuk hingga korban curiga pelakulah yang mengambil cincin emas tersebut,” ujar Beny.

Tak terima cincin emasnya raib, dijelaskan Beny, pelaku langsung mengejar pelaku dan mencari keberadaannya, hingga pelaku ditemukanlah sedang berada di Pasar Lakitan ketika hendak menjual perhiasan milik korban di salah satu toko emas. Saat itu juga korban berteriak hingga pelaku diamankan warga.

“Kita amankan RP di sebuah toko di Pasar Lakitan, diduga RP hendak menjual cicin emas milik korban. Guna menghindari amuk massa, RP langsung digelandang ke Mapolsek Lengayang guna penyidikan lebih lanjut. Atas peristiwa itu, korban menderita kerugian Rp 6 juta,” pungkasnya. ( rio)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional