Menu

Duh, 4 Amak-Amak Pesta Sabu

  Dibaca : 541 kali
Duh, 4 Amak-Amak Pesta Sabu

PADANG, METRO

Ada-ada saja perangai empat amak-amak di Kota Padang. Bukannya mengasuh anak atau melayani suami, keempatnya malah menggelar pesta sabu di salahsatu rumah kawasan Kampung Pinang, Kelurahan Jati Gaung, Jumat (31/7) sore.

Pesta sabu itu rupanya diketahui polisi. Keempatnya digerebek. Tak ada yang bisa kabur. Dengan wajah pucat, para ibu-ibu muda itu digiring polisi ke atas mobil patrol. Lalu dibawa ke Mapolresta Padang dan dijebloskan ke sel tahanan.

Keempat wanita itu adalah Oktavialinda (28) warga Kalumbuk, Ida (32), warga Muaro, Eva (44), warga Parak Salai dan Kiki (24) warga Parak Salai. Selain keempat wanita, polisi juga pirek berisikan sabu, korek api, empat handphone dan delapan plastik kemasan sabu. ”Penangkapan diawali laporan masyarakat yang sudah resah dengan ulah keempatnya,” tutur Kaporesta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana.

Menanggapi laporan, petugas langsung membentuk tim dan segera ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Setiba di sana, laporan dari masyarakat itu benar. Terlihat beberapa wanita tengah berada di sana. Tidak membuang waktu, tim gabungan menyergap rumah dan langsung membubarkan pesta induak-induak tersebut. ”Setiba di sana, penyelidikan kami membuahkan hasil. Keempat pelaku kita tangkap, saat berpesta sabu,” kata Kasatnarkoba Kompol Daeng Rahman.

Daeng mengatakan, setelah berhasil menangkap keempat wanita itu, petugas langsung ke Mapolresta Padang. Sementara itu, pengakuan Oktavialinda (28) kepada petugas, dia mempunyai barang haram. Setelah mendapatkan barang haram itu, ibu dua anak ini mengajak ketiga rekannya untuk memakai sabu. ”Saya baru dua kali ini memakai barang haram ini pak. Sebelumnya saya juga memakai, tapi berhasil berhenti,” kata tersebut.

Dia juga mengatakan, saat mengambil barang haram itu, dia mendapatkan informasi dari rekannya yang berada di luar Sumbar. Setelah mendapatkan informasi itu, dia langsung mendatangi bandar sabu. ”Setiba di sana, saya langsung mengambilnya. Saya membeli barang itu seharga Rp150 ribu pak,” kata pekerja kafe itu. (cr8)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional