Menu

Dugaan Penyelewengan Infak Masjid Raya Sumbar, Jaksa Terkendala Tetapkan Tersangka

  Dibaca : 427 kali
Dugaan Penyelewengan Infak Masjid Raya Sumbar, Jaksa Terkendala Tetapkan Tersangka
PERIKSA— Pemeriksaan saksi menerapkan standar protokol Covid-19 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar.

PADANG, METRO
Perkara dugaan penyelewengan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019, masih belum ditetapkan tersangkanya oleh Kejaksaan Tinggi Sumbar . Pasalnya, kendala wabah pandemi virus corona (Covid-19) yang sedang merebak.

Asisten Pidana Khusus (Aspidus) Kejaksaan Tinggi Sumbar M Fatria mengungkapkan, tersangka kasus dugaan penyelewengan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019, masih belum ditetapkan.

“ Dikarenakan kondisi Covid-19, penetapan tersangka belum bisa ditetapkan. Jadi sekarang kami manggil para saksi secara selektif, sehingga untuk proses penetapan tersangkanya juga menerapkan aturan protokol Covid-19. Sejauh ini telah diperiksa 10 orang saksi, ujar Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar M Fatria dihubungi POSMETRO, Rabu (3/6).

Mantan Kajari Tanahdatar menambahkan, jajaran Kejati Sumbar ingin agar tersangka dalam kasus ini bisa segera ditetapkan, mengingat kasus ini menarik perhatian masyarakat karena terkait infak umat terhadap rumah ibadah.

“Tapi karena kondisi Covid-19 ke lapangan jadi agak sulit, aturan dari pimpinan juga harus dibatasi pemanggilan saksi, harus selektif, dan sebagainya untuk menghindari penyebaran Covid-19,” ujar Fatria.

Namun, Fatria menegaskan, proses penyidikan kasus ini masih berjalan. Pihaknya hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap para beberapa orang saksi. “ Kemungkinan dalam dua hari ini lagi manggil (saksi). Hari ini (kemarin, red) ada manggil juga,” kata Fatria.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejati Sumbar telah menemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi (Tipikor), dalam kasus dugaan penyelewangan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019, yang diduga dilakukan oknum ASN Pemprov Sumbar.

Kejati Sumbar bergerak cepat untuk menindaklanjuti dan menaikkan proses kasus ini dari tingkat penyelidikan ke tingkat penyidikan sesuai dengan surat perintah penyidikan dari Kepala Kejati Sumbar Nomor 02/L.3/FD1/04/2020 tanggal 22 April 2020.

Dalam proses penyidikan, Kejati Sumbar akan menjerat pihak-pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban. Dari proses penyelidikan yang sudah dilakukan kejaksaan diketahui ada sejumlah anggaran yang saling berkaitan dan diduga telah diselewengkan. Dengan rincian dana infak Masjid Raya Sumbar tahun 2013-2019, dana Unit Pengumpul Zakat Tuah Sakato 2018, sisa dana peringatan hari Besar Islam Tahun 2018, dan dana APBD pada biro Bintal Kesra Setdaprov Sumbar.

Kasus ini berawal dari laporan Kepala Biro Bina Mental Setdaprov Sumbar kepada Kejati Sumbar. Informasi yang terungkap ke publik, penyelewengan infak Masjid Raya Sumbar dan dana APBD Biro Mental dan Kesra Setdaprov Sumbar tahun 2019 ini diduga dilakukan oknum ASN Biro Bintal dan Kesra Setdaprov Sumbar berinisial YRN.

Dia disebut telah menilap empat item anggaran tersebut dengan besaran total mencapai Rp1,5 miliar. Hal itu bisa dilakukan YRN dengan leluasa karena rangkap wewenang yang diemban, yakni sebagai Bendahara di Masjid Raya Sumbar, Bendahara Unit Pengumpul Zakat (UPZ), dan Bendahara di Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov yang dulu bernama Biro Bina Sosial. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional