Close

Dugaan Korupsi Proyek Incinerator, Kejari Payakumbuh Pastikan Penyidikan Diambil Alih Kejati Sumbar

Kejari Payakumbuh Suwarsono, SH.

SUKARNOHATTA, METRO–Kejari Payakumbuh Suwarsono, SH, didampi­ngi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Satria Lerino, SH dan Kasi Intel dipimpin Robby Prasetya, SH kepada se­jumlah wartawan di kantor Kejari setempat, Senin (15/11) lalu menyatakan bahwa, penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pe­ngadaan mesin incine­rator, diambil alih Kejaksaan Tinggi Sumatera Ba­rat.

“Kita pastikan, pe­nang­­ganan kasus dugaan tindak pidana korupsi pro­yek pengadaan mesin pemusnah limbah medis  atau incinerator sudah diambil alih oleh Kejati Sumbar,” ungkap Kejari Suwarsono, dihadapan awak media.

Diakui Kejari Suwarsono, terkait adanya isu atau rumor yang ber­kem­bang dimasyarakat yang menyebutkan bahwa, pe­nanganan kasus tersebut dihentikan karena pihak Kejaksaan Negeri Payakumbuh dituding telah mendapatkan hibah tanah eks kantor Pertanian dari Pemko Payakumbuh, dia tegaskan isu atau rumor tersebut tidak benar.

Dinyatakan Kejari Suwarsono, hibah tanah eks kantor Pertanian tersebut diproses jauh sebelum pihak Kejaksaan Negeri Pa­yakumbuh menyidik kasus incinerator milik RSUD Adwan WD Payakumbuh ter­sebut.  “Artinya, hibah tanah tersebut tidak ada hubungannya dengan penyidikan kasus incinerator tersebut,” tegas Kejari Suwarsono sekaligus meminta kepada watawan tidak menanya-nanya lagi per­kembangan penyidikan kasus incineraor ter­sebut, karena dipastikan penyidikannnya sudah diambil alih oleh Kejati Sumbar.  Beberapa waktu lalu juga sempat dipertanyakan Fraksi Golkar DPRD Kota Payakumbuh dalam pandangan umum fraksi. Terutama terkait rencana Pemko akan menghibahkan alat in­ci­nerator kepada Fakultas Kedokteran Unand. (uus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top