Close

Dugaan Korupsi KONI Padang, Pengurus KONI dan Pemko Segera Diperiksa

Therry Gutama Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Padang

PADANG, METRO–Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang terus mengebut penyidikan kasus du­gaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Padang tahun anggaran 2018-2020. Dikatakan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Padang  Ther­ry Gutama menyebutkan, dalam waktu dekat akan juga memanggil pe­rangkat pengurus Koni Pa­dang dan pihak Pemko Padang terkat kasus ini.

”Hingga hari ini (Senin) telah diperiksa 25 cabang olahraga (cabor) dari 35 yang akan diperiksa  secara maraton,” kata Therry, Selasa (1/11).

Kasi pidsus menegaskan, proses penyidikan akan terus berjalan. Setelah memeriksa pengurus Cabor, pihaknya akan memanggil para saksi dari pengurus KONI Padang dan pihak Pemko Padang selaku pemberi dana hi­bah.

Disisi lain, Mantan Kasi Intel Kejari Dharmasraya ini tidak merinci siapa pihak yang akan dipanggil. Namun ia menyebutkan, pemanggilan para saksi ini untuk meminta keterangan terkait dana hibah yang diterima KONI Padang dari Pemko Padang sepanjang tahun 2018 hingga 2020. “Pada tahun 2018 dana hibah sebesar Rp6,7 mi­liar, tahun 2019 Rp7,4 miliar, dan Rp2,4 miliar pada tahun 2020 yang diterima KONI Padang dari Pemko Pa­dang. Ini yang akan kita dalami,” rinci Therry.

Pemeriksaan pengurus cabor secara maraton ini telah dimulai Kejari Padang sejak Selasa (26/10) lalu. Hal ini mendapat dukungan dari berbagai pihak terutama pemerhati olah­raga Sumbar. Sejumlah ka­rangan bunga mendukung Kejari Padang untuk me­ngusut tuntas dugaan korupsi ini pun berderet di depan Kantor Kejari Pa­dang, Selasa (26/10) lalu.

Karangan bunga tersebut lebih kurang berjumlah sembilan papan karangan bunga. Pada karangan bu­nga itu tertulis para pe­ngirim, di antaranya mantan Ketua KONI Sumbar Prof Syahrial Bakhtiar, Ke­tua IPSI Sumbar Fauzi Bahar, H Wahyu I Putra, pemerhati dan insan peduli olahraga Sumbar dan lain-lain.

Tulisan di karangan bu­nga tersebut antara lain, “Apresiasi, terima kasih Pak Jaksa. Usut tuntas du­gaan korupsi KONI Pa­dang”, “Dukung dan apresiasi Kejari Padang usut tuntas dugaan korupsi di KONI Padang.

Kepala Kejari Padang Ranu Subroto meng­ung­kapkan, pihaknya tidak mengetahui sejak kapan karangan bunga tersebut terpajang di depan Kantor Kejari Padang. “Pagi hari saat saya tiba di kantor, sudah terpajang karangan bunga itu. Mungkin dipajang pada saat malam hari (Senin-red),” ujar Ranu, Selasa (26/10).

Namun demikian, lanjutnya, dukungan dari ma­syarakat ini menjadi semangat bagi Kejari Padang untuk mengusut kasus du­gaan korupsi dana hibah KONI Padang.  “Insya Allah kami akan mengusut tuntas kasus ini. Kan saat ini sudah dalam tahap penyidikan,” sebut Ranu.

Seperti diketahui, status penyelidikan kasus du­gaan korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020 ini naik ke tingkat penyidikan. Naik­nya status dari penyelidikan ke penyidikan tertuang dalam Surat Perintah pe­nyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Padang No sprin :02/L.3.10/Fd.1/2021 tertanggal 21 Oktober 2021.

Dalam kasus ini terungkap ada dugaan beberapa kegiatan fiktif dan pem­bayaran ganda terhadap transportasi pengurus. Nilai kerugian keua­ngan negara diperkirakan sekitar Rp 2,1 miliar. Sebelumnya, Kejari Padang me­lakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah KONI Padang tahun anggaran 2018-2020.

Dalam penyelidikan ter­sebut, Kejari Padang memanggil sejumlah pejabat di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Padang dan pejabat KONI Padang.  Diketahui, pejabat Dispora Kota Padang yang dipanggil yakni Junaldi yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kepemu­daan.

Sementara pejabat di KONI Padang yakni Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KONI Pa­dang Kennedi. Kepala Bi­dang Kepemudaan Dispora Padang Junaldi dipanggil pada Senin (20/9). Sedangkan Ketua KONI Padang Agus Suardi dan Bendahara KONI Padang Kennedi dipanggil pada Selasa (21/9) lalu. (hen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top