Menu

Dugaan Korupsi di MIN Gumarang Agam, Putusan Sela Perangkat Madrasah Palembayan Ditolak

  Dibaca : 1101 kali
Dugaan Korupsi di MIN Gumarang Agam, Putusan Sela Perangkat Madrasah Palembayan Ditolak
Ilustrasi

PADANG, METRO – Sidang lanjutan dugaan kasus tindak pidana korupsi, terhadap penyalahgunaan kewenangan atau jabatan pada Aparatur Sipil Negara (ASN), di Madrasah Ibdidaiyah Negeri (MIN) Gumarang, Kecamatan Palembayan, Agam tahun 2010 hingga 2018, menjerat empat tersangka dalam kasus satu paket perangkat sekolah MIN Gumarang.

Di antaranya, berinisial “N” selaku guru ASN di MIN Gumarang 1997 hingga 2010 dan juga mantan kepala sekolah tersebut tahun 2011 hingga 2014. Selaku, “N” yang juga selaku mantan kepala sekolah di MIN Gumarang. Kemudian, “U” mantan penjaga sekolah MIN Gumarang dan “R” ASN di MIN Gumarang. Kasus ini kembali menjalani sidang lanjutkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Padang, Selasa (10/12).

Dalam sidang tersebut, majelis hakim Pengadilan Tipikor Padang, menolak eksepsi yang diajukan Penasihat Hukum (PH) terdakwa. “Menolak semua eksepsi PH terdakwa, memerintahkan kepada penuntut umum menghadirkan saksi,” kata Hakim Ketua Sidang Agus Komarudin beranggotakan M Takdir dan Zaleka, saat membacakan amar putusan sela.

Menanggapi putusan sela tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuk Basung, belum dapat menghadirkan saksi.

“ Kami minta waktu satu minggu majelis,” ujar JPU Revo.

Menanggapi hal tersebut, majelis hakim mengabulkan permintaan JPU. “Baiklah sidang ini kita tunda dan dilanjutkan kembali pekan depan, memerintahkan kepada terdakwa untuk kembali ketahanan,” kata Ketua Majelis .

Sebelumnya, para tersangka yakninya berinisial N selaku guru ASN di MIN Gumarang tahun 1997 hingga 2010 dan juga mantan kepala sekolah tersebut tahun 2011 hingga 2014, N yang juga selaku mantan kepala sekolah di MIN Gumarang, U selaku mantan penjaga sekolah MIN Gumarang dan R yang merupakan ASN di MIN Gumarang.

Secara bersama-sama, tidak membayarkan dana berupa gaji uang makan dan tunjangan kepada orang tidak berhak yaitu dengan estimasi gaji tahun 2010 sampai dengan tahun 2018. Akibatnya negara telah mengalami kerugian sebesar Rp414.961.460. (cr1)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

IKLAN

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional