Close

Dugaan Korupsi Dana Desa Nagari Timbulun, Kejari Sijunjung Buru Tersangka

KORUPSI— Kejari Sijunjung gelar ekspose kasus korupsi dana desa di Nagari Timbulun yang kini telah naik ke tingkat penyidikan, Jumat (5/11). Dalam kasus ini, dugaan kerugian negara mencapai Rp 300 juta lebih.

SIJUNJUNG, METRO–Kasus penyelewengan dana desa/dana nagari kembali terulang di Kabupaten Sijunjung. Dugaan adanya tindak pidana korupsi yang menimbulkan kerugian negara ratusan juta rupiah itu kini bergulir di Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang.

Perkara Tipikor pada pemerintahan nagari/desa itu kini tengah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sijunjung. Bahkan dari ta­hap penyelidikan, kini naik pada status penyidikan. Artinya aparat penegak hukum menemukan ada­nya kerugian negara seki­tar Rp300 juta lebih.

Hal itu disampaikan Ke­pala Kejaksaan Negeri Sijunjung, Efendri Eka Saputra melalu Kasi Intelijen, Eriyanto usai menggelar ekspose dilingkungan internal kejaksaan pada Jumat (5/11).

“Dugaan itu terjadi pa­da pengelolaan alokasi dana desa dan dana nagari pada Nagari Timbulun ta­hun anggaran 2016 sampai dengan tahun anggaran 2017,” sebutnya dalam keterangan tertulis.

Ekspose kasus diikuti oleh tim penyelidik dan para jaksa fungsional serta calon jaksa. “Sekarang sudah dik (penyidikan), yang dulu lidik (penyelidikan),” kata Kajari, Efendri Eka Saputra.

Pihak Kejari Sijunjung juga telah meminta keterangan terhadap pihak-pihak yang terkait, baik itu pengurus Nagari Timbulun, Inspektorat dan lainnya. “Kita sudah mintai keterangan sebanyak 18 orang tentang kasus ini,” ujarnya.

Proses penyelidikan dimulai berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung Nomor: PRINT-02/L.3.20/Fd.1/10/2021 tanggal 14 Oktober 2021.

“Kita menemukan ada­nya indikasi pelanggaran hukum dalam pengelolaan alokasi dana desa dan dana nagari pada Nagari Timbulun Tahun Anggaran 2016 sampai dengan Tahun Ang­garan 2017. Sementara ini, Tim Penyidik menemukan potensi kerugian keuangan negara lebih dari Rp 300 juta rupiah yang dikelola oleh perangkat Nagari Timbulun,” sambungnya.

“Indikasinya adanya kegiatan yang fiktif dan tidak ada laporan pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana tersebut serta terdapat pajak yang dipungut akan tetapi tidak disetorkan ke kas negara,” pungkas pihak kejaksaan.

Selanjutnya, tim penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dan melakukan pengumpulan alat bukti  guna menemukan siapa tersangkanya. “Kita akan mintai keterangan saksi dan mencari tahu siapa tersangkanya,” tambahnya. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top