Close

Dugaan Korupsi Dana Desa di Sijunjung kembali Terendus, 33 Saksi Diperiksa Kejari

DUGAAN KORUPSI— Kepala Kejaksaan Negeri Sijunjung, Efendri Eka Saputra bersama jajaran melakukan jumpa pers terkait penyelidikan dugaan korupsi dana desa di Nagari Timbulun, Kecamatan Tanjung Gadang.

SIJUNJUNG, METRO–Kasus dugaan penyele­wengan dana desa kembali diusut oleh Kejaksaan Ne­geri Sijunjung. Dugaan ko­rupsi dana desa yang di­tak­sir mencapai ratusan juta rupiah itu diduga terjadi di Nagari Timbulun, Keca­matan Tanjung Gadang.

Bahkan dalam proses penyelidikannya, pihak Kejaksaan telah melakukan pemeriksaan terhadap 33 orang saksi. Dari hasil pemeriksaan terhadap alokasi dana desa tersebut di­duga terdapat sejumlah item yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, fiktif hingga mark-up.

Pihak Kejari Sijunjung terus melakukan proses pemeriksaan terhadap ber­­bagai pihak terkait. Termasuk mantan wali nagari, mantan bendaharawan, dan para staf hingga pihak dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Nagari.

Kepala Kejaksaan Ne­geri (Kajari) Sijunjung, Efendri Eka Saputra dalam keterangan persnya, Kamis (13/1) mengatakan, anggaran belanja bermasalah tersebut terjadi dalam ren­tang waktu dua tahun, yakni tahun 2016- 2017.

“Dengan rincian pada tahun 2016 APB Nagari sebesar Rp 1.599.867.300, dan tahun 2017 Rp1.770.­251.984. Dalam hal ini di­duga terjadi penyalahgu­naan keuangan untuk kepe­ntingan pribadi, atau ke­lom­pok, hingga me­nye­babkan kerugian negara,” tuturnya.

Diterangkannya, berdasarkan hasil audit sementara tim Kejari dan Inspektorat Daerah, terdapat beberapa item pos anggaran belanja nagari tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Total kerugian lebih rinci kini masih dihitung oleh Inspektorat Daerah, semoga dalam waktu dekat hasilnya segera masuk ke Kejari,” ujar Efendri.

Sementara, Kasi Pidsus Kejari Sijunjung, Frengky Andreas menambahkan bahwa proses penyelidikan dugaan korupsi dana desa di Nagari Timbulun tersebut sudah dimulai sejak 25 November 2021 lalu.

“Jumlah saksi yang diperiksa sudah mencapai 33 orang, termasuk diantaranya mantan bendahara dan mantan wali nagari. Saat ini kita masih menunggu laporan hasil penghitungan kerugian dari Inspektorat. Namun sebagai gam­­baran, nilai kerugian ne­gara ditaksir berjumlah ratusan juta rupiah,” katanya.

Pihaknya juga me­nyam­­­paikan bahwa dalam pro­­ses pengembangan yang dilakukan oleh kejaksaan, pada tanggal 13 De­sem­­ber kemarin mantan Wali Nagari Timbulun, sem­­pat menitipkan dana se­­cara sukarela ke pihak Kejari Sijunjung sebesar Rp50 juta.

“Selanjutnya dana titipan itu disetorkan ke kas negara, melalui rekening pe­nampungan lainnya (RPL).­ Kami terus melakukan proses pengembangan, dan dalam waktu dekat akan segera naik status menjadi penyidikan, berikut penetapan para tersangkanya,” tambahnya. (ndo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

0 Comments
scroll to top