Menu

Dugaan Kasus Penilepan Honor Pelatih Tinju PON Sum­bar, Mantan Ketua KONI dan Ketua Pertina Diperiksa Polisi

  Dibaca : 99 kali
Dugaan Kasus Penilepan Honor Pelatih Tinju PON Sum­bar, Mantan Ketua KONI dan Ketua Pertina Diperiksa Polisi
USAI DIPERIKSA—Ketua Pengprov Pertina Sumbar Togi P Tobing usai diminta keteranganya terkait dugaan penilepan honor pelatih tinju.

PADANG, METRO–Dugaan penilepan ho­nor pelatih tinju PON Sum­bar akhirnya meng­ge­lin­ding ke jalur hukum. Buk­tinya,  mantan Ketua KONI Sumbar Syaiful SH MH dan Ketua Pengprov Pertina Sumbar Togi P Tobing di­panggil ke Mapolresta Pa­dang, Rabu (14/7). Dua tokoh olahraga Sumbar tersebut dipanggil polisi untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan pe­nilepan honor pelatih tinju Sumbar Efendi, yang dila­kukan oknum berinisial “FA”.

Usai diperiksa, Syaiful membenarkan, bahwa di­rinya dipanggil Polresta Padang. Di sana ia men­jelaskan, pola pengam­bilan honor dan uang ma­kan atlet serta pelatih di KONI Sumbar di masa ia masih menjabat Ketua U­mum KONI Sumbar. “Me­nyangkut kasus dugaan penilepan ini, masih ter­masuk masa kepengu­ru­san saya dari Januari sam­pai April 2021. Di Mapol­resta saya membeberkan persoalan tersebut. Saya juga menyampaikan juga “FA” tidak ada kewenangan satupun mengambil honor pelatih tinju, baik sebagai Sekretaris Pertina Sumbar maupun Waketum KONI Sumbar,” ucap Syaiful.

Syaiful menyebutkan, untuk pengambilan honor dapat dilakukan oleh Ketua Pertina Sumbar atau FA diberi kuasa oleh Efendi untuk mengambilnya. Ka­lau di KONI, untuk peneta­pan pelatih tinju yang di­per­siapkan menghadapi PON XX Papua itu, kewe­nangannya berada di Ke­tua Umum KONI Sumbar, berdasarkan usulan dari Ketua Pertina Sumbar “A­pa­pun alasannya dia tidak berhak menahan honor pelatih tinju. Dia juga tidak berhak menandatangani amprah honor pelatih tinju. Lagian kalau memang mak­sud menahan honor, kenapa harus menanda­tangani amprahnya,” ucap Syaiful.

Syaiful mengaku sa­ngat kecewa dan marah, karena perbuatannya yang telah merusak tatanan or­ga­nisasi membuat kega­duhan di Pertina Sumbar. “Harusnya dia membuat suasana sejuk saat Pan­demi. Sudah lah KONI diso­roti, sekarang dia mem­persulit Ketua Umum KO­NI Sumbar yang ba­ru,”je­las Syaiful.

Karena masalah ini, Syaiful minta kepada Ketua Pertina Sumbar maupun insan petinju untuk ber­sikap. Agar kisruh yang terjadi dapat diredakan sedini mungkin. “Sebe­narnya saya ingin tenang, saya ingin santai. Tapi akibat masalah ini saya menjadi terbawa bawa. Ambisi liar jangan dibawa ke olahraga,”gerutu Syai­ful.

Ketua Pengprov Per­tina Sumbar Togi P Tobing juga mengungkapkan, bah­wa konflik di Pertina Sum­bar jangan diseret seret yang lain. Karena yang rugi juga Pertina Sumbar. Sebe­narnya jika diselesaikan secara baik-baik, masih bisa.  “Jangan giring giring opini dan bawa bawa yang lainnya kepada substansi lain. Namun fokus kepada substansi permasalahan pengambilan honor ini. Hadapi saja dengan tang­gung jawab permasalahan ini,”sebut Togi.

Terkait dirinya di­pang­gil Polresta Padang untuk dimintai keterangan, Togi mengatakan hanya men­jawab pertanyaan dari pe­nyidik terkait dari perma­salahan yang terjadi.

“Saya hanya men­ja­wab pertanyaan penyidik dengan substansi perma­salahan pengambilan ho­nor pelatih tinju.  Oleh karena itu saya meminta kepada seluruh insan Per­tina Sumbar khususnya seluruh pengurus Peng­prov Pertina Sumbar wajib menjaga marwah Pertina Sumbar,” kata Togi. (boy)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional