Menu

Duet Kepemimpinan Irwan Prayitno-Nasrul Abit, Kembangkan UMKM dan Koperasi di Era Digital

  Dibaca : 132 kali
Duet Kepemimpinan Irwan Prayitno-Nasrul Abit, Kembangkan UMKM dan Koperasi di Era Digital
PENINJAUAN— Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno meninjau salah satu produk kerajinan baju kaos oblong saat bazaar produk UMKM dan IKM beberapa waktu lalu .

PADANG, METRO
Di era kepemimpinan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan Wakil Gubernur, Nasrul Abit, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Sumbar mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Hal ini tidak terlepas dari berbagai program dan kegiatan pembinaan terhadap pelaku UMKM. Saat ini, jumlah UMKM di Provinsi Sumbar mencapai 593 ribu. Sebanyak 89,5 persen adalah usaha mikro, diikuti dengan 9,01 persen usaha kecil dan menengah, dan usaha besar 1,39 persen. Dengan jumlah penduduk mencapai 5,6 juta jiwa adalah pasar yang cukup besar bagi UMKM.

Salah satu keberhasilan duet pasangan ini untuk pengembangan Koperasi dan UMKM di Provinsi Sumbar, dengan menghadirkan Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM) Provinsi Sumbar.

Sejak diresmikan oleh Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ir Abdul Kadir Damanik, 27 Juli 2019 lalu, PLUT-KUMKM Sumbar kini semakin ramai dikunjungi Pengurus Koperasi dan Pelaku UMKM di Sumbar.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno melalui Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Nasrizal Nazar menyebutkan, beberapa bimtek di PLUT-KUMKM yang dilaksanakan meliputi, bimtek kewirausahaan, pelatihan pemasaran online, e commerce, bisnis canvas, pengembangan pemasaran offline dan pelatihan kemasan.

PLUT-KUMKM Sumbar juga aktif menjembatani pelaku UMKM dengan pemodal dan perbankan, untuk mengatasi persoalan modal usaha.  “Melalui PLUT-KUMKM ini, kita juga memberikan pelayanan perizinan melalui Dinas Penamaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP),” ujarnya.

Kehadiran PLUT-KUMKM Sumbar, di Jalan Transito, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, menyediakan jasa non-finansial menyeluruh dan hubungan bagi KUMKM, meningkatkan produksi, pemasaran, akses ke pembiayaan dan pengembangan SDM.

Saat ini, pengelolaan PLUT-KUMKM memiliki layanan minimum, meliputi, konsultasi bisnis, pendampingan (mentor bisnis), proposal bisnis, promosi atau pemasaran, IT dan e-commerce, akses pembiayaan, pelatihan bisnis, networking dan kemitraan usaha, dan layanan pustaka entrepreneur. Sementara, bidang layanannya meliputi, bidang kelembagaan, SDM, produksi, pembiayaan, pemasaran, pengembangan IT (Informasi dan Teknologi), pengembangan jaringan kerjasama.

Bantu Prototipe Kemasan
Selain pembinaan terhadap KUMKM, melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Pemprov Sumbar juga membantu prototipe kemasan label dan paper bag bagi pelaku UMKM Potensial di Sumbar. Pelaku UMKM Potensial yang menerima prototipe kemasan label dan paper bag tersebut, setelah mengikuti bimbingan tekhnis (bimtek) penguatan produk UMKM di Sumbar.

Nasrizal menekankan pentingnya peningkatan kualitas kemasan. Label dan paper bag sebuah produk yang tidak bagus, membuat konsumen kurang menarik untuk membeli produk yang ditawarkan. Kemasan menurutnya, suatu wadah produk, label dan desain grafis. Kemasan lebih dari sekedar berisi produk, tapi juga membangun citra produk dan penentu hasil penjualan.

Fungsi dari kemasan, melindungi isi dari kerusakan dan penurunan mutu produk, penyediaan informasi produk, promosi identitas perusahaan dan merupakan bagian dari promosi penjualan yang menambah nilai jual produk.

Forum Komunikasi UMKM Sumbar Terbentuk
Dalam upaya pembinaan pengembangan UMKM, Pemprov Sumbar juga membentuk Forum Komunikasi UMKM Sumbar. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, saat melantik Forum Komunikasi UMKM Sumbar, Jumat (31/1) di Auditorium Gubernuran Sumbar berharap, kehadiran Forum Komunikasi UMKM Sumbar ini, dapat mengembangkan memajukan UMKM. Apalagi yang terlibat dalam forum tersebut terdiri dari berbagai elemen.

Nasrul Abit mengatakan, dalam pengembangan pemasaran dan produksi sektor UMKM, Forum Komunikasi UMKM Sumbar ini ke depan perlu melibatkan generasi muda atau dikenal kaum milenial. Karena milenial memiliki potensi besar untuk mengembangkan UMKM.

Selain melibatkan milenial, guna mengembangkan UMKM hendaknya selalu ada kampanye menggunakan produk lokal. Bagaimana masyarakat Sumbar mencintai produk sendiri.

Hadirkan bajojo.id
Tantangan yang dihadapi pelaku UMKM di Sumbar di era digital saat ini adalah pemasaran produk melalui penggunaan tekhnologi informasi. Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Irwan Prayitno-Nasrul Abit  berhasil menciptakan aplikasi bajojo.id,yang memasarkan produk-produk UMKM Sumbar.

Aplikasi bajojo.id ini dapat memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM di Sumbar mengembangkan sayap usaha lebih luas melalui pemanfaatan tekhnologi informasi. Termasuk juga kaum milenial, yang kehidupannya tidak terlepas dari penggunaan tekhnologi informasi.

Sisi baik aplikasi bajojo.id ini, dapat mengajarkan kepada pelaku UMKM untuk melek tekhnologi informasi. Jadi, melalui aplikasi ini, jadikan tempat memasarkan produk sekaligus belajar memanfaatkan IT. Apalagi, aplikasi bajojo ini gratis, cuma tinggal log in dengan atas nama sendiri.

Siapkan Kooperasi Hadapi Industri 4.0
Irwan Prayitno mengajak seluruh koperasi dan pelaku UMKM untuk mengikuti revolusi industry 4.0. Kalau tidak akan tergilas dan tertinggal mengikuti perkembangan zaman. Irwan Prayitno juga mengingatkan koperasi, agar meningkatkan kualitas kelembagaannya. Termasuk juga akses modal. Saat ini sudah ada BUMD yang membantu permodalan, seperti  Jamkrida dan Bank Nagari.

Pemprov Sumbar melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar melaksanakan gerakan masyarakat sadar koperasi (Gemaskop). Gerakan ini upaya untuk menggerakan seluruh pihak terkait dengan pembangunan koperasi, agar lebih aktif menyosialisasikan pentingnya koperasi bagi masyarakat.

Bagi kelompok masyarakat maupun individu yang sudah terlibat dalam gerakan koperasi, agar lebih aktif berpartisipasi. Sedangkan bagi yang belum bergabung menjadi anggota koperasi, agar dapat bergabung.

Gemaskop juga melibatkan koperasi-koperasi yang sudah berhasil dan masyarakat, agar lebih dekat dengan koperasi. Sehingga masyarakat merasakan keberadaan dan pentingnya koperasi. Di samping itu, Gemaskop juga diharapkan mampu menunjukan eksistensi koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan Gemaskop, yakni, penyuluhan, sosialisasi, seminar dan lainnya.

Selain Gemaskop, untuk meningkatkan kualitas koperasi, juga telah melakukan penilaian terhadap koperasi berprestasi di Sumbar dengan melibatkan stakeholder terkait dan program peberdayaan koperasi.

Pemberdayaan koperasi untuk menumbuhkan iklim usaha yang kondusif dalam pengembangan usaha koperasi. Saat ini, perkembangan koperasi baik yang memiliki usaha sektor riil dan non riil, maupun usaha simpan pinjam mengalami peningkatan yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator kinerja koperasi. Seperti, peningkatan asset, volume usaha dan permodalan koperasi.

Data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar menyebutkan, total jumlah koperasi di Sumbar hingga akhir tahun 2018 sebanyak 3.624 unit koperasi.  Dari jumlah tersebut, koperasi aktif sebanyak 2.815 unit dan tidak aktif  sebanyak 809 unit koperasi. Jumlah koperasi yang telah melaksanakan RAT sekitar 1.404 (50,78 persen) dari jumlah koperasi aktif.

Animo masyarakat untuk menjadi anggota koperasi paling banyak pada tahun 2018 lalu, yakni di Kota Padang, dengan jumlah mencapai 206.295 orang. Sedangkan yang paling sedikit di Kabupaten Kepulauan Mentawai (4.680 orang).

Volume usaha koperasi di Provinsi Sumbar pada tahun 2018 sekitar Rp5,75 triliun, yang berasal dari sektor usaha riil dan simpan pinjam koperasi. Volume usaha paling banyak terdapat pada Kota Padang, sebesar Rp 2,7 triliun dan paling sedikit Kabupaten Kepulauan Mentawai (Rp4,7 miliar).

Koperasi di Sumbar cukup banyak memiliki asset di atas Rp2 miliar. Yaitu, berjumlah 468 koperasi. Paling banyak terdapat di Kota Padang, yakni 107 koperasi dan paling sedikit di Kabupaten Kepulauan Mentawai, sebanyak 1 koperasi.

Langkah-langkah yang dilakukan untuk pemberdayaan koperasi, dengan meningkatkan peran kelembagaan. Koperasi yang diarahkan pada peningkatan perannya dalam melakukan fasilitasi kegiatan organisasi dan perintisan pengembangan usaha, penciptaan pasar dan sumber pembiayaan.

Langkah lainnya, mengembangkan akses pembiayaan bagi koperasi ke sumber-sumber pembiayaan, untuk pengembangan usaha. Seperti, pengembangan kelembagaan dan layanan lembaga keunagan termasuk koperasi. Selain itu, lembaga keuangan dan pebankan serta lembaga pembiayaan lainnya, sebagai system yang terintegrasi.

Selanjutnya, mepeluas akses pasar dan meningkatkan daya saing koperasi dengan memberikan dukungan kemudahan untuk mengakses informasi pasar. Akses pasar juga dilakukan dengan melaksanakan promosi, pengembangan jaringan kerja, pencadangan lokasi usaha dan perlindungan dari persaingan usaha yang tidak sehat. Langkah pemberdayaan berikutnya dengan meningkatkan penguasaan tekhnologi bagi peningkatan dan kesinambungan produktivitas dan kualitas produk/jasa yang dihasilkan. (adv/fan)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Fanpage Facebook

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional